Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Kuliah di Museum Beri Pengalaman Baru

09 Oktober 2019, 12: 05: 59 WIB | editor : Perdana

JEJAK SEJARAH: Mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta di Museum Radya Pustaka, Selasa (8/10).

JEJAK SEJARAH: Mahasiswa DKV FSRD ISI Surakarta di Museum Radya Pustaka, Selasa (8/10). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Menyambut Hari Museum Nasional 12 Oktober mendatang, program studi (prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa Desain (FSRD) Institut Seni Surakarta (ISI) mengajak mahasiswanya kuliah di Museum Radya Pustaka, kemarin (8/10).

Sebanyak 73 mahasiswa dari mata kuliah (makul) Menggambar Etnis ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka tampak antusias mendengarkan penjelasan dari guide museum setempat.

Salah seorang mahasiswa, Ade Pamungkas terlihat fokus sepanjang kegiatan berlangsung. Sembari menerima informasi dari guide, Ade sesekali memotret koleksi museum dengan ponsel pintarnya. Dia tak sungkan bertanya jika ada hal yang kurang dipahami dari penjelasan guide.

“Aku dari Kediri. Belum pernah mampir ke museum. Ini pertama kalinya aku masuk ke museum dan mengenal koleksinya lebih dalam. Menurutku, museum itu keren. Banyak karya zaman dahulu tapi masih bisa dinikmati sampai sekarang,” katanya.

Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta Asmoro Nurhadi Panindias mengungkapkan, perkuliahan di luar kelas ini sengaja dilakukan untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan baru kepada mahasiswa. Terlebih mayoritas mahasiswanya bukan berasal dari Kota Bengawan.

“Kami memilih kuliah di museum karena tempat ini punya potensi budaya Solo dan Jawa. Mereka bisa mengenal lebih dalam tentang itu. Mereka belajar langsung ke sumbernya, mencari referensi visual bagi karyanya. Ini menarik bagi mahasiswa,” jelas dia.

Pada makul Menggambar Etnis, mahasiswa diminta menggambar sebuah motif atau ornamen tradisi nusantara bertema flora. “Mereka mencari motif flora yang disuka, kemudian digambar ulang,” ucapnya. Dengan perkuliahan di museum, Asmoro berharap, mahasiswa dapat mengenal dan memiliki pengalaman bersentuhan dengan budaya tradisi Jawa dan Nusantara.

“Sehingga karya mereka bisa mereferensi kekayaan budaya visual yang sudah kita miliki,” pungkasnya. (aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia