Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Buntut Kenaikan Harga di Pasaran,Bulog Sediakan Ribuan Ton Beras Murah

09 Oktober 2019, 12: 50: 44 WIB | editor : Perdana

STOK MASIH BANYAK: Pekerja sedang memanggul beras kualitas medium di gudang Perum Bulog Subdivres III Surakarta, belum lama ini. Harga beras di pasaran perlahan naik.

STOK MASIH BANYAK: Pekerja sedang memanggul beras kualitas medium di gudang Perum Bulog Subdivres III Surakarta, belum lama ini. Harga beras di pasaran perlahan naik. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Menjaga stabilitas harga komoditas beras di pasaran, Perum Bulog Subdivre III Surakarta menyiapkan ribuan ton beras. Menariknya, beras tersebut akan dijual dengan harga cukup terjangkau. Seperti diutarakan Kepala Bulog Subdivre III Surakarta M. Akbar Said.

Beras murah ini menurut Akbar, merupakan upaya Perum Bulog Subdivre III Surakarta untuk menjaga stabilitas harga dipasaran. Sekaligus menjaga stok beras di gudang. Harganya hanya Rp 8.100 per kilogram (kg). 

Sebagai perbandingan, harga beras kualitas premium di pasaran saat ini menyentuh Rp 10.000 per kg. Beras murah ditawarkan melalui operasi pasar di tiap kantor Bulog. Program ini rutin berjalan sejak awal tahun.

“(Pasar murah) ini kami galakkan kembali karena melihat harga beras di pasaran perlahan mengalami kenaikan. Seiring banyaknya petani yang gagal panen karena kemarau panjang. Kami sediakan 31 ribu ton dari cadangan beras pemerintah (CBP). Sedangkan beras komersial dengan kualitas premium masih ada 6.000 ton,” jelas Akbar kepada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (8/10). 

Ditambahkan Akbar, cukup mudah mendapatkan beras dengan harga terjangkau tersebut. Masyarakat maupun distributor bisa melakukan pembelian di gudang serta kantor Bulog terdekat. Beras dijual baik untuk kebutuhan ritel maupun grosir. 

Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Solo, harga beras medium jenis IR 64 dijual dengan harga Rp 10.800 per kg. Beras premium dijual Rp 11 ribu per kg. Beras mentik Rp 12 ribu per kg dan beras naga Delanggu Rp 12 ribu per kg. 

“Ada kenaikan sedikit-sedikit tapi ajeg (rutin). Stok beras tidak ada kendala. Tapi memang tidak bisa stok banyak. Karena kondisi pasar sekarang sedang sepi. Harapannya harga beras tidak terus naik. Meski sedikit tapi hitungannya naik,” beber Ali Mustofa, 53, pedagang beras di Pasar Legi. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia