Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Tersangka yang Tusuk PIL Istrinya hingga Tewas, Kini Gugat Rumah Sakit

09 Oktober 2019, 21: 48: 01 WIB | editor : Perdana

Tersangka saat proses rekonstruksi di tempat kejadian perkara beberapa waktu lalu

Tersangka saat proses rekonstruksi di tempat kejadian perkara beberapa waktu lalu (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO –Masih ingat dengan kasus penusukan yang dilakukan Andreas Kurniawan, 36, terhadap Beonto Tanojo, 44? Boento yang merupakan selingkuhan atau pria idaman lain (PIL) istri Andreas itu tewas beberapa jam setelah penusukan? Kini Andreas yang telah menjadi tersangka justru menggugat Rumah Sakit Kasih Ibu.

Sebab, pihak tersangka menuduh rumah sakit swasta itu lambat dalam penanganan medis. Sehingga membuat Boento Tanojo meninggal dunia. Sri Kalono, kuasa hukum tersangka menegaskan, gugatan itu bakal dilayangkan melalui jalur perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Surakarta  pekan depan. 

"Memang luka itu disebabkan tusukan dari klien kami. Namun, tidak menyebabkan meninggal. Meninggalnya karena rumah sakit lamban penangananya," ujar Kalono kepada wartawan, Rabu (9/10).

Berdasarkan keterangan yang telah dikumpulkan, lanjut Kalono, begitu terjadi penusukan, korban segera diantar ke rumah sakit sekitar pukul 17.00. Namun, korban baru mendapat penanganan operasi pukul 22.00. Menurut Kalono, pihak tersangka merasa dirugikan karena memang sebelumnya telah mempercayakan penanganan medis ke rumah sakit. 

"Baik yang mengantar, membiayai, bahkan klien kami sudah minta untuk ditangani secepatnya. Namun, tindakan operasi baru dilakukan setelah beberapa jam," imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Manager RS Kasih Ibu Divan Fernandes mengatakan, pihaknya belum mengetahui soal rencana gugatan tersebut. "Yang pasti rumah sakit sudah menangani sesuai prosedur. Keterangan sudah disampaikan ke kepolisian (saat pemeriksaan tersangka Andreas, Red)," tutur Divan.

Sebagai informasi, kasus penusukan berlatar cinta segitiga itu berawal ketika tersangka Andreas mengetahui ada hubungan terlarang antara istrinya dengan korban Boento Tanojo. Tersangka dan korban pun sempat terlibat percekcokan hebat di kediaman mertua tersangka di Kampung Turisari RT 02 RW 12, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari. Hingga akhirnya tersangka nekat menusuk korban dengan pisau pada Rabu (21/8).

Tersangka sempat membawa korban ke RS Kasih Ibu dan membayar segala administrasi. Setelah itu, tersangka kabur ke Semarang. Namun, dia berhasil dibekuk polisi kurang dari 24 jam. Pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat (3) KUHP, pasal 340 KUHP. Ancaman hukumannya seumur hidup. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia