Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Jumlah Kecelakaan di Tol Jateng Tembus 322 Kasus

10 Oktober 2019, 08: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Kondisi tol di jalur Solo-Semarang

Kondisi tol di jalur Solo-Semarang (DAMIANUS BRAm/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO –  Angka kecelakaan di ruas tol Jawa Tengah mencapai 322 kejadian sepanjang Januari hingga September tahun ini. Untuk menekan kejadian tersebut, pengelola tol mengajak masyarakat mematuhi rambu kecepatan saat melintas jalan bebas hambatan.

Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Ari Wibowo mengatakan, angka kecelakaan di wilayah Jawa Tengah, khususnya di ruas Tol Brebes-Ngawi mencapai 322 kejadian sepanjang tahun ini. Ada beberapa penyebab seperti kelelahan, mengantuk di jalan, kurang antisipasi hingga pecah ban. 

“Rata-rata memang melaju di atas batas ketentuan. Padahal batas minimal kendaraan melintas 60 kilometer per jam. Sementara batas maksimal adalah 80-100 kilometer per jam,” jelas dia di sela kegiatan Temu Pelanggan 2019 di Hotel Adiwangsa Solo, Rabu (9/10).

Selain mengimbau sejumlah pengguna tol, pihaknya berharap bisa memberikan pelatihan kepada pengemudi truk dan bus yang melintas di ruas tol. Ini bertujuan untuk mengantisipasi timbulnya kecelakaan lalu lintas. 

Di sisi lainnya, pihaknya juga memaksimalkan sejumlah fasilitas untuk pengamanan dari kecelakaan lalu lintas. Misalnya dengan mengoptimalkan mobil patroli hingga memaksimalkan sejumlah rest area setempat. 

“Rest area di Tol Solo-Ngawi sesuai perjanjian ada delapan. Yakni, empat tipe A dan empat tipe B. Saat ini sudah ada dua tipe A dan satu tipe B. Ini akan dibangun lagi satu tipe B di Kilometer 552 (perbatasan Sragen-Ngawi),” ujar Ari Wibowo.

Pihaknya juga telah merampungkan fasilitas penunjang lain di sekitar pintu masuk tol. Fasilitas itu berupa sejumlah pos polisi yang bisa dimanfaatkan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang. 

“Segmen Semarang-Ngawi itu kepadatannya bisa sampai 40 ribu kendaraan melintas dalam sehari. Nah, 14 ribu di antaranya melintas di ruas Solo-Ngawi. Melihat angka ini fasilitas memang harus dilengkapi. Salah satunya pos polisi di sekitar akses masuk tol. Ini proses pembangunan hampir kelar dan Nataru siap difungsikan,” beber dia.

Kanit 1 PJR Ditlantas Polda Jateng AKP Mufid membenarkan, kepadatan arus lalu lintas tol di Jawa Tengah mencapai 40 ribuan dalam sehari. Tentunya akan jauh lebih padat saat libur panjang seperti Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Pihaknya mendorong pengelola tol agar terus mengingatkan pengguna jalan bebas hambatan agar patuh aturan. 

“Lakalantas di dalam tol itu selalu didahului bentuk pelanggaran. Misalnya melaju di atas rambu kecepatan yang ditentukan. Kalau dirata-rata ruas Brebes hingga Ngawi bisa mencapai dua hingga tiga kasus kecelakaan dalam sehari,” papar dia.

Mengingat akhir tahun mendatang ada potensi kenaikan kepadatan ruas tol, pihaknya telah menyiapkan sejumlah antisipasi. Salah satunya adalah pemetaan di titik-titik rawan kemacetan di sepanjang ruas tol tersebut. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia