Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Tagih Rp 5 M Kembali, Korban Arisan Online Gugat Perdata

10 Oktober 2019, 09: 35: 59 WIB | editor : Perdana

AKP Arwansa, Kasat Reskrim Polresta Surakarta

AKP Arwansa, Kasat Reskrim Polresta Surakarta

Share this      

SOLO – Sejumlah korban arisan online fiktif dengan tersangka TR menuntut kerugian material Rp 5 miliar dikembalikan kepada mereka. Mengawal kasus ini, mereka siap mengajukan gugatan secara perdata ke pengadilan.

Koordinator korban penipuan arisan online, Ana Maria mengaku, sesaat TR ditangkap oleh Polres Sukoharjo, dia beserta korban lainnya bertemu dengan tersangka. Namun, tersangka mengaku bahwa uang yang dilarikan sudah tidak ada.

“Pasti ada aset-aset tersangka tapi tidak tahu di mana. Rencananya, kami akan dipertemukan dengan tersangka, jadi tunggu dulu soal perkembangan pengembalian aset. Kalau tidak dikembalikan, kami akan gugat perdata,” ujar Ana di sela pemeriksaan di Mapolresta Surakarta, Rabu (9/10).

Dia mengaku kedatangannya ke penyidik karena  diminta untuk melengkapi berkas-berkas bukti saat menjalankan arisan fiktif itu. “Hari ini (kemarin) ada tiga korban yang dimintai keterangan. Tadi cuma dimintai menunjukkan bukti transfer saja,” ujarnya.

Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Arwansa mengatakan, pemeriksaan para korban untuk melengkapi berkas-berkas yang akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Surakarta. Keterangan korban masih sama dengan keterangan sebelumnya, yakni arisan melalui grup WhatsApp dan pembelian hasil arisan secara murah. 

Sementara itu, terkait gugatan perdata dia menyerahkan pada korban penipuan arisan. Sebab, tugas kepolisian meliputi penyelesaian kasus pidana saja. “Meskipun pelaku ditangkap di Sukoharjo, penanganan kami tetap di Kota Solo. Namun mekanisme penahanan kami berkoordinasi dengan Polres Sukoharjo. Kalau berkas sudah lengkap segera kami kirim ke kejaksaan,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, TR sendiri diamankan di kawasan Banaran, Grogol, Sukoharjo saat sedang jalan bersama temannya. Laporan yang masuk ke Polres Sukoharjo nilai kerugian korban bertotal Rp 149 juta. Sedangkan di Polresta Surakarta nilai kerugian korban menyentuh angka Rp 5 miliar dari 53 orang korban. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia