Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Eks Relawan Prabowo Ancam Cabut Dukungan

10 Oktober 2019, 11: 35: 59 WIB | editor : Perdana

GERAH: Mudrick S.M. Sangidu (berkacamata) dan eks pendukung Prabowo-Sandi jumpa pers di Kartopuran, Serengan, kemarin (9/10). 

GERAH: Mudrick S.M. Sangidu (berkacamata) dan eks pendukung Prabowo-Sandi jumpa pers di Kartopuran, Serengan, kemarin (9/10).  (IRAWAN WIBISONO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Mantan relawan calon presiden dan wakil presiden 2019 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merasa kecewa dengan sikap politik yang diambil Prabowo selama ini. Mereka mengancam mencabut dukungan apabila ketua umum Partai Gerindra itu tak segera kembali ke jalan politik yang benar.

Beberapa sikap Prabowo yang dianggap bertolak belakang dengan janji semasa kampanye antara lain sikap pembiaran yang dilakukan saat mengetahui kecurangan yang masif, terstruktur dan sistematis dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Bahkan calon presiden nomor urut 02 itu tidak memperbolehkan pendukungnya untuk menggeruduk gedung Mahkamah Konstitusi saat sidang dengan agenda pembacaan keputusan sengketa pemilu.

“Sekarang malah ketemu Jokowi dan Megawati. Lalu dikabarkan mendapatkan jatah menteri, bahkan Prabowo sendiri mendapat jatah. Ini bagaimana, katanya dulu mencalonkan diri untuk melawan ketidakadilan. Tapi sekarang menjadi bagian dari itu,” terang Koordinator Eks Relawan Bersama Prabowo Sandi Mudrick S.M. Sangidu dalam keterangan pers di Gedung Umat Islam Kartopuran, Serengan, Rabu (9/10).

Pendiri organisasi Mega Bintang itu mengaku kecewa terhadap apa yang dilakukan Prabowo saat ini. Mantan Danjen Kopassus itu semestinya lebih peduli dengan pendukung, relawan dan simpatisan yang telah berjuang selama perhelatan pesta demokrasi lalu. Kekecewaan Mudrick bertambah ketika mantan menantu Presiden Soeharto itu tidak berusaha membebaskan pendukungnya yang saat ini masih ditahan.

“Harusnya ketemu Jokowi itu minta pendukungnya dibebaskan. Termasuk pengembalian Imam Besar Habib Rizieq yang hingga kini masih di Arab,” tandasnya.

Atas sikap yang ditunjukkan Prabowo tersebut, eks relawan mendesak agar dia kembali kepada cita-cita awal bersama rakyat membenahi negeri ini. Mudrick dan kawan-kawan juga menuliskan surat terbuka yang ditujukan kepada Prabowo-Sandi. Dalam surat tersebut ada 10 poin yang disampaikan. Poin-poin itu berupa pengingat dan ajakan kepada keduanya untuk kembali menjadi tokoh yang mendukung keadilan.

“Jika setelah diingatkan ini Prabowo tak berubah, maka kami akan ambil sikap. Sampai kepada cabut dukungan, karena dia telah ingkar atau khianat terhadap janji,” ujarnya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia