Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Layanan Listrik Premium Mulai Dilirik

10 Oktober 2019, 14: 13: 37 WIB | editor : Perdana

Layanan Listrik Premium Mulai Dilirik

SOLO – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surakarta membula layanan premium. Lewat layanan ini, pelanggan mendapat fasilitas minimal dua sumber. Selain mencegah listrik byar-pet, layanan ini diklaim bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Manajer PT PLN (Persero) UP3 Surakarta Mundhakir menjelaskan, layanan premium ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak yang ingin beralih menjadi pelanggan premium. Lewat layanan ini, pelanggan bisa memperoleh pasokan listrik minimal dari dua sumber. 

Sumber tersebut bisa dari satu gardu induk (GI) yang sama. Tetapi bisa juga dari GI yang beda. Jika salah satu sumber listrik bermasalah, pelanggan bisa memperoleh pasokan dari jalur lain. Rata-rata pemindahan sumber listrik hanya butuh waktu 0,5 detik. 

“Ini upaya kami dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Kami lakukan evaluasi serta mengundang stakeholder untuk mendapatkan masukan. Juga bertujuan untuk mendongkrak kontribusi pendapatan asli daerah Kota Solo,” jelas Mundhakir, kemarin (9/10).

Sejak awal tahun ini, PLN menyumbang PAD sebesar Rp 41,5 miliar. Rata-rata per bulan sekitar Rp 5,1 miliar. Angka tersebut memacu PLN untuk meningkatkan pelayanan dan performa. Untuk itu, PLN duduk semeja dengan stakeholder di Pendopo Loji Gandrung, Selasa (8/10). Bertujuan mencapai sinergi bersama dalam upaya memajukan Kota Bengawan. 

“Kami minta dukungan pihak terkait. Di antaranya instansi pemerintahan dan asosiasi untuk memberikan masukan demi pelayanan terbaik. Harapannya, makin banyak investor masuk. Dengan saran dan kritik yang disampaikan kepada kami, PLN bisa segera melakukan perbaikan,” urai Mundhakir.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo menambahkan, saat ini Solo makin terbuka dalam mendatangkan investor. Pemkot berharap PLN memberi dukungan terhadap iklim investasi. Serta memberikan kontribusi positif bagi roda perekonomian. 

“Perizinan di Surakarta terbuka dan satu pintu. Semua diselenggarakan tanpa ada pungli sedikit pun. Sangat transparan,” papar Purnomo. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia