Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Bupati Sambangi Desa Jenalas, Kecamatan Gemolong

Ingatkan ASN Jaga Profesionalitas

10 Oktober 2019, 14: 57: 09 WIB | editor : Perdana

DEKAT DENGAN MASYARAKAT: Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati membagikan tongkat kepada salah satu lansia di Gemolong.

DEKAT DENGAN MASYARAKAT: Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati membagikan tongkat kepada salah satu lansia di Gemolong. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Wakil Bupati Dedy Endriyatno menyapa aparatur sipil negara (ASN), perangkat desa dan warga Gemolong di Desa Jenalas, Kecamatan Gemolong, kemarin (9/10).

Bupati hadir dalam kegiatan Pembinaan Mental dan Spriritual bagi ASN dan perangkat desa se Kecamatan Gemolong. Bupati yang akrab disapa Mbak Yuni itu membagikan dua sepeda dan sejumlah hadiah lain kepada ASN. Lalu membagikan tongkat untuk para lansia, serta sembako untuk warga kurang mampu.

Mbak Yuni memaparkan akan terus berkeliling menyapa warga dan jajarannya di berbagai daerah Kabupaten Sragen. Tujuannya mendorong para ASN bekerja lebih profesional dan amanah. Dia juga menjanjikan akan menaikkan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi ASN. Dari Rp 60 miliar menjadi Rp 80 miliar.

”Untuk itu harus diimbangi dengan kualitas kinerja. Rp 2,1 triliun (APBD,Red) yang 40 persen untuk belanja pegawai,” bebernya.

Profesionalisme dalam bekerja sudah dia tunjukkan saat menata sumber daya manusia (SDM) ASN di Pemkab Sragen.

”Cukup membanggakan karena di Sragen angkat kepala sekolah dan kepala dinas tanpa uang. Yang komentar ini dari luar Sragen,” bebernya.  

Demikian juga gagasan membentuk satgas anti money politics saat pilkades serentak lalu. Satgas dinilai sudah bekerja optimal. Tapi tidak ada aduan.

”Saya ingatkan sudah ada 114 bupati dan wali kota yang pakai rompi orange (ditahan KPK,Red), karena biaya politik yang mahal. Ini saya terapkan sampai tingkat desa supaya kepala desa lebih berhati-hati,” serunya.

Ada hal menarik lainnya yang disampaikan Mbak Yuni ke ASN dan masyarakat yang hadir. Dia mengimbau agar setiap keluarga mematikan gadget dan TV mulai pukul  18.00 sampai 20.00. Waktu itu diharapkan digunakan untuk mengaji dan belajar.

”Jangan justru malah melanggar,” ujarnya.

Camat Gemolong Kurniawan Sukowati berharap kehadiran bupati bisa mendorong semangat kinerja ASN dan perangkat desa di Kecamatan Gemolong.

”Kedepannya tentu saja kami berharap antusias ASN dan perangkat ini baik. Dalam bekerja dan menjalankan tugas bisa optimal,” ujarnya. (adv/din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia