Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

76 Ribu UMKM Potensi Tembus Toko Modern

10 Oktober 2019, 15: 04: 37 WIB | editor : Perdana

ilustrasi toko modern

ilustrasi toko modern (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen menggandeng sejumlah dinas untuk peningkatan kualitas produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Saat ini ada 76 ribu UMKM yang berpotensi bisa menembus pasar toko modern.

Kepala DPMPTSP Sragen Tugiyono menyampaikan, ada 56 toko modern di Sragen. Sesuai regulasi yang dikeluarkan pemerintah, toko modern tersebut wajib menampung produk UMKM. Namun juga perlu didorong oleh pelaku usaha bahwa produk yang masuk ke toko modern memenuhi persyaratan.

”UMKM kami bina dan bimbing, mulai dari pihak toko modern sendiri, dari teknopark, disperindag dan dinas kesehatan tentang produk yang layak dikonsumsi dan dijual,” jelasnya.

Tidak hanya kelayakan rasa dan kesehatan produk makanan saja. Namun juga memperhatikan pengemasan produk agar layak ditempatkan di toko modern.

”Jadi selama ini bukan toko modern yang menolak produk Sragen. Tetapi justru UMKM kadang tidak memenuhi standar, padahal permintaan banyak,” bebernya.

Pemkab Sragen juga membentuk tim monitoring dan evaluasi untuk memperhatikan UMKM yang sudah bermitra dengan toko modern. Lantas produk UMKM asli Sragen ditempatkan di rak yang strategis.

”Ada standar minimal yang saya bakukan. Jadi tim akan memonitor secara berkala,” ujarnya.

Tugiyono menyampaikan untuk meningkatkan kesejahteraan, tidak hanya di toko modern saja. Jika telah beroperasi, Mal Pelayanan Publik (MPP) juga memberi ruang untuk produk UMKM Sragen. Target peresmian bisa terlaksana pada akhir 2020.

”Kami rencanakan launching tahun 2020, nanti juga akomodir UMKM dan swasta,” terangnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia