Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Ketua BUMDes Rangkap Direktur, Pengelolaan Wisata Jumog Disoal

10 Oktober 2019, 15: 13: 12 WIB | editor : Perdana

SEJUK: Air Terjun Jumog di Desa Berjo, Ngargoyoso jadi salah satu objek wisata andalan Karanganyar. Inset puluhan warga geruduk Balai Desa Berjo.

SEJUK: Air Terjun Jumog di Desa Berjo, Ngargoyoso jadi salah satu objek wisata andalan Karanganyar. Inset puluhan warga geruduk Balai Desa Berjo. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Puluhan warga Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso mempersoalkan penunjukan Supardi sebagai Direktur BUMDes Objek Wisata Jumog. Pasalnya, Supardi juga menjabat sebagai ketua BUMDes tersebut. Mereka khawatir rangkap jabatan itu dapat dimanfaatkan untuk jalan korupsi keuangan desa.

Warga menggeruduk kantor desa setempat kemarin (9/10). Mereka mempertanyakan legalitas penunjukan Supardi sebagai direktur sekaligus ketua BUMDes. Tak hanya itu, mereka juga mempersoalkan perekrutan pegawai yang diduga ilegal.

”Direktur yang saat ini menjabat sebagai pegawai desa tersebut, juga sebelumnya sebagai ketua BUMDes. Dia juga mengelola satu wisata lainnya yakni Telogomadirdo,” beber Koordinator warga Larno, kemarin.

Dijelaskan Larno, masyarakat juga mempertanyakan terkait administrasi yang dikelola oleh BUMDes Berjo. ”Ini sangat rancu, seorang kepala BUMDes juga menjabat sebagai direktur BUMDes. Masak buat laporan sendiri lalu disetujui sendiri,” kata Larno.

Warga berharap Pemerintah Desa Berjo segera melakukan penataan ulang terhadap pengelolaan BUMdes Jumog.

Penjabat sementara Kepala Desa Berjo Sugino mengatakan, saat ini sedang masa transisi. Lantaran Desa Berjo baru akan melaksanakan pemilihan kepala desa awal 2020 mendatang.

”Kemarin saat ada surat somasi itu, kami langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak. Dari hasil kroscek yang kami lakukan, SK tersebut tidak palsu. Silahkan kalau menurut warga palsu, bisa untuk melangkah ke ranah hukum yang berlaku,” terang Sugino.

Dijelaskan Gino, untuk proses pengelolaan ulang pariwisata Jumog, pihaknya akan menunggu hasil pilkades.

”Saat ini saya tidak bisa melakukan perombakan perangkat atau apapun. Yang bisa hanya melakukan penataan adminitrasi saja. Kalau untuk penataan menyeluruh, harus nunggu pilkades dulu,” jelasnya. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia