Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Terbebani Penyediaan Pasar Darurat, Rehab Pasar Berskala Besar Direm

10 Oktober 2019, 15: 49: 35 WIB | editor : Perdana

MAKIN NYAMAN: Pasar Purwantoro yang telah selesai direvitalisasi dengan anggaran Rp 50 miliar. 

MAKIN NYAMAN: Pasar Purwantoro yang telah selesai direvitalisasi dengan anggaran Rp 50 miliar.  (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Pemkab mengisyaratkan tidak ada rencana revitalisasi pasar tradisional berskala besar pada 2020. Bahkan usulan pembangunan pasar skala kecil seperti Pasar Eromoko melalui dana alokasi khusus (DAK) ditolak.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Wahyu Widayati mengamini belum ada rencana membangun pasar skala besar pada tahun depan. Meski begitu, DED tiga pasar besar antara lain Pracimantoro, Jatisrono, dan Slogohimo sudah ada. 

Terkait nasib rencana revitalisasi Pasar Eromoko, Wahyu menuturkan masih menunggu keputusan Pemprov Jateng untuk memberikan bantuan keuangan. “Ada informasi, kemungkinan ada bantuan dari provinsi untuk pembangunan Pasar Eromoko,” terangnya, Rabu (9/10).

Sementara itu, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengakui salah satu kendala pembangunan pasar tradisional skala besar yakni menyediakan pasar darurat. Pembangunan pasar darurat menggunakan material baja ringan yang butuh biaya cukup besar. 

“Untuk (bangun) pasar darurat saja bisa mencapai Rp 3 miliar. Aset ini dianggap aset yang hilang (lost), karena setelah digunakan tidak bisa dipakai lagi,” ujarnya di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Selasa malam (8/10).

Berbeda ketika para pedagang bersedia menempati pasar darurat berbahan kayu yang hanya menyedot anggaran sekitar Rp 1 miliar. Barulah pemkab akan mengupayakan rehabiltasi pasar tradisional skala besar. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia