Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Kades Terpilih Diminta Realisasikan Program

10 Oktober 2019, 16: 47: 16 WIB | editor : Perdana

MONITORING: Bupati Klaten Sri Mulyani membaur dengan warga yang hendak memberikan hak suara dalam pilkades di TPS Desa Cawan, Kecamatan Jatinom, kemarin (9/10).

MONITORING: Bupati Klaten Sri Mulyani membaur dengan warga yang hendak memberikan hak suara dalam pilkades di TPS Desa Cawan, Kecamatan Jatinom, kemarin (9/10). (HUMAS PEMKAB KLATEN-TIM RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Bupati Klaten Sri Mulyani bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) terjun ke lapangan. Memantau pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) gelombang III, kemarin (9/10). Terdapat tujuh desa disambangi bupati dari total 77 desa penyelenggara. Pada kesempatan ini, bupati meminta kepala desa (kades) terpilih segera merealisasikan program-programnya.

Ketujuh desa yang disambangi bupati yakni Desa Cawan dan Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom; Desa Banaran, Kecamatan Delanggu; serta Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper. Selain itu juga menyambangi Desa Mlese, Kecamatan Cawas; Desa Tegalrejo, Kecamatan Bayat; dan Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno.

“Dari patauan yang kami laksanakan ke sejumlah kecamatan, (pilkades) dapat berjalan dengan lancar. Tingkat kehadiran (daftar pemilih tetap, Red) juga cukup banyak. Tempat pemungutan suara (TPS) aman dan kondusif. Tidak ada permasalahan apa-apa,” jelas Bupati Klaten Sri Mulyani usai meninjau TPS di Desa Tegalrejo, Kecamatan Bayat.

Usai penghitungan suara, calon kepala desa (cakades) pemenang diimbau silaturahmi ke para rival. Ikut mengajak tim sukses masing-masing. 

“Nantinya untuk silaturahmi, juga mengajak muspika dan seluruh tim relawan. Bagi yang menang wajib silaturahmi kepada pihak yang kalah. Guna meredam kemungkinan yang terjadi. Bagimana pun juga, ini pilihan masyarakat,” tandasnya.

Bupati berharap pascapelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, keamanan tetap kondusif hingga pelantikan. Mengingat pelaksaan pilkades gelombang II di 268 desa, Maret 2019, berjalan lancar dan aman. Serta berharap seluruh tahapan yang dilaksanakan hingga berjalannya pelantikan tidak terjadi gugatan.

“Harapan saya, apa yang menjadi visi-misi untuk enam tahun depan, jika terpilih, harus direalisasikan. Harus mampu diwujudkan untuk kesejahteraan masyarakat. Termasuk mempersatukan segala perbedaan yang ada pascapilkades,” tegas bupati.

Di sisi lain, dana desa (DD), alokasi dana desa (ADD), dan bantuan yang diterima pemerintah desa bisa dimaksimalkan oleh kades terpilih. Terutama melaksanakan berbagai program pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat. “Bagi desa yang belum punya badan usaha milik desa (BUMDes), segera dibentuk. Kembangkan berbagai unit usaha untuk meningkatkan perekonomian desa,” ucapnya.

Sementara itu, Yustina Kusmanti, 46, warga Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno berharap kades terpilih bisa memajukan bidang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pelaku UMKM olahanan makanan berbahan utama ikan tersebut mengaku selama ini kurang dapat perhatian. “Semoga kades terpilih bekerja dengan jujur. Bisa membawa Desa Ceporan lebih maju lagi,” pintanya.

TUkiran, 60, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Bayat mengutarakan keinginan serupa. Dia berharap kades terpilih memperhatikan infrastruktur. Sebab sejumlah jalan di desanya kondisinya rusak. “Jalan yang rusak mohon segera diperbaiki,” singkatnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia