Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

RS Kasih Ibu Telah Tangani Pasien Korban Penusukan Sesuai Prosedur

10 Oktober 2019, 19: 19: 14 WIB | editor : Perdana

Layanan instalasi gawat darurat di RS Kasih Ibu

Layanan instalasi gawat darurat di RS Kasih Ibu (rskasihibu.com)

Share this      

SOLO – Manajemen Rumah Sakit Kasih Ibu memberikan klarifikasi atas tudingan lamban penanganan yang dilontarkan pihak Andreas Kurniawan, tersangka penusukan berlatar cinta segitiga di Banjarsari. RS Kasih Ibu menegaskan, tim medis telah melakukan penanganan sesuai prosedur.

RS Kasih Ibu tidak terlambat dalam melakukan penanganan. Semua tindakan sesuai prosedur, mulai di IGD, ICU sampai dengan di kamar operasi.

”Saat tiba di rumah sakit, korban datang dalam keadaan sudah kritis. Sebelum dilakukan tindakan operasi, sudah dilakukan berbagai upaya penanganan medis untuk menstabilkan kondisi pasien. Sehingga tidak bisa serta merta langsung dilakukan tindakan operasi,” tutur Asisten Manager RS Kasih Ibu Divan Fernandes dalam rilis yang diterima Jawa Pos Radar Solo, Kamis (10/10). 

Lebih lanjut Divan menjelaskan, korban tiba di RS pukul 17.10. Kemudian, operasi dilakukan pukul 21.00. Persetujuan tindakan operasi ditandatangani saat korban berada di ICU oleh istri korban. Bukan oleh tersangka Andreas Kurniawan. 

”Karena kondisi pasien yang sudah kritis, pasien tidak tertolong meski sudah dilakukan berbagai upaya penanganan medis oleh tim medis RS,” beber Divan.

Diberitakan sebelumnya, Andreas Kurniawan, 36, warga Baki, Sukoharjo melalui pengacaranya berencana menggugat RS Kasih Ibu. Andreas yang kini berstatus tersangka telah melakukan penusukan terhadap pria yang menjadi selingkuhan istrinya di Mangkubumen, Banjarsari pada Agustus lalu. Dalam kondisi kritis, korban sempat dilarikan ke RS Kasih Ibu. Namun, akhirnya meninggal setelah dilakukan penanganan medis. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia