Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Pakar hingga Pemulung Bakal Hadiri Kongres Sampah

10 Oktober 2019, 20: 06: 17 WIB | editor : Perdana

KOORDINASI: Rapat persiapan jelang pelaksanaan Kongres Sampah yang digelar di Salatiga 12-13 Oktober ini.

KOORDINASI: Rapat persiapan jelang pelaksanaan Kongres Sampah yang digelar di Salatiga 12-13 Oktober ini. (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG  – Kongres Sampah yang bakal digelar Sabtu-Minggu (12-13/10)  di Kesongo, Salatiga ini bakal istimewa. Mulai dari pengusaha, pemerintah, masyarakat, akademisi, aktivis hingga pemulung bakal kumpul di forum ini. Mereka bakal fokus membahas tuntas penanganan sampah.

Sesuai daftar konfirmasi undangan, diketahui acara Kongres Sampah yang baru kali pertama digelar di Tanah Air itu bakal dihadiri sejumlah pejabat pusat hingga pejabat desa.

Inisiator acara, Putut Yulianto mengatakan, keterlibatan elemen pejabat tertinggi hingga paling bawah sangat diperlukan dalam kongres tersebut untuk menemukan formula yang tepat penanganan sampah. Bahkan sebanyak 99 pejabat dari seluruh provinsi di Indonesia juga bakal urun rembuk di acara tersebut. 

“Nanti di kongres tersebut harapannya bisa dikeluarkan sebuah keputusan yang akan mengikat pemerintah pusat hingga desa. Makanya harus dihadirkan semua,” kata Putut, Kamis (10/10).

Keputusan tersebut, lanjut Putut bisa berupa regulasi dan turunannya sampai tingkat eksekusi. Misalnya terkait infrastruktur, edukasi hingga pembagian tugas di setiap sektor pemerintahan. Setelah regulasi itu dikeluarkan bakal jadi rujukan bagi pemerintah kabupaten/kota di Jateng. Sebab, 102 pejabat tingkat II di Jawa Tengah juga mengikuti rangkaian kongres itu. 

“Ketiga hal itu kan saling mengikat dan mendukung. Kalau hanya infrastruktur tanpa edukasi ke masyarakat ya sama saja percuma. Juga tanpa adanya pembagian tugas yang jelas tidak ada gunanya kongres yang diikuti 1.500 orang ini,” katanya. 

Untuk itu selain pemerintahan, kongres sampah tersebut juga diikuti pengusaha, aktivis peduli sampah, akademisi dan masyarakat. Putut menjelaskan, keterlibatan mereka nanti akan sangat membantu keberlangsungan kongres terutama terkait data, riil aksi dan pola edukasi. Bahkan untuk akademisi, yang bakal terlibat sebanyak 77 orang dari seluruh universitas di Jawa Tengah. 

“Untuk pengusaha yang konfirmasi hadir ada 27 perusahaan yang punya keterkaitan dengan sampah. Praktisi ada 26 orang. Bahkan untuk Komunitas ada 430 kelompok bakal hadir. Bahkan perkumpulan pemulung juga bakal ikut hadir,” katanya. 

Seluruh elemen itu bakal mengikuti segenap rangkaian acara kongres, dari pameran hingga sidang komisi. Dalam sidang Komisi itulah semua elemen bakal beradu argumen dan mencari solusi persampahan. 

“Hasil dari sidang komisi tersebut jadi dasar minimal bagi Gubernur Jawa Tengah untuk mengeluarkan kebijakan. Dan harapannya bisa diikuti oleh seluruh pemerintah daerah dan masyarakat tanah air,” katanya. 

Terlibatnya banyak elemen di Kongres Sampah itu diharapkan memang jadi formula ampuh penanganan sampah ke depan, terutama soal edukasi ke masyarakat. 

Hendra, salah satu pengusaha pengolah sampah dari Asosiasi Daur Ulang Indonesia mengakui persoalan sampah di tanah air karena minimnya edukasi persampahan. “Kalau seluruh sektor warga negara Indonesia memiliki semangat yang sama mengatasi ini, pengelolaan sampah yang baik bahkan modern bukan hal mustahil. Edukasi ini harus jadi fokus dalam kongres sampah,” katanya. (lhr/bun

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia