Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

26 Cakades Petahana Tak Dipercaya Memimpin Lagi

10 Oktober 2019, 20: 41: 07 WIB | editor : Perdana

Proses rekapitulasi suara pilkades serentak di Klaten

Proses rekapitulasi suara pilkades serentak di Klaten (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Posisi sebagai petahana tak jadi jaminan bakal gampang mendulang suara tertinggi. Buktinya, dari 62 calon kepala desa (cakades) petahana yang bertarung pada pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak gelombang III tahun ini, ada 26 calon yang gagal. 

Pilkades serentak gelombang III di Klaten digelar Rabu (9/10). Pilkades diikuti 77 desa dengan total 210 cakades. Di antaranya 62 cakades merupakan petahana.

”Kenapa ada petahana yang tidak terpilih kembali? Karena lebih kepada pesta demokrasi itu sendiri. Kita tidak bisa menentukan pemilih, tidak bisa memprediksi maupun menganalisis. Memang itu pilihannya pemilih yang ditentukan dari hati nurani,” jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten Jaka Purwanto, Kamis (10/10).

Meski menjadi petahana, tak ada jaminan untuk bisa terpilih kembali dalam pilkades. Apalagi, kata Jaka, saat ini para pemilih sudah melek dengan track record para cakades. Ini yang menentukan pilihan siapa yang paling cocok untuk dipilih memimpin desanya hingga enam tahun ke depan.

Berdasarkan data dispermasdes, tingkat persentase petahana yang gugur mengalami kenaikan dibanding saat pilkades gelombang II 2019. Pada pilkades gelombang II, dari 269 desa ada 183 petahana yang maju. Namun, 83 calon petahana gugur. Atau 38 persen dari total jumlah petahana.

Sementara pada gelombang III ini hanya 36 calon petahana yang lolos dari 62 calon petahana. Kegagalan calon petahana mencapai 41 persen. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia