Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Napi Narkoba Gantung Diri di Sel

11 Oktober 2019, 14: 40: 05 WIB | editor : Perdana

MENGGEMPARKAN: Tim Inafis Polres Sragen mengevakuasi jasad narapidana Umar Yatin yang tewas gantung diri di sel Lapas Kelas 2A Sragen, kemarin.

MENGGEMPARKAN: Tim Inafis Polres Sragen mengevakuasi jasad narapidana Umar Yatin yang tewas gantung diri di sel Lapas Kelas 2A Sragen, kemarin. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Salah seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Sragen ditemukan mati gantung diri di dalam sel isolasi, Kamis (10/10). Korban diduga tertekan lantaran diminta menjadi saksi kasus narkoba.

Identitas korban diketahui adalah Umar Yatin, 44, warga Dukuh Kwadasan RT 02 RW 03, Desa Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Dia warga binaan pindahan dari Lapas Boyolali. Jasadnya ditemukan sekitar pukul 06.00 dengan kondisi tergantung sarung. Polisi lantas mengamankan sarung warna hijau, pakaian dan sandal korban.

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan, awalnya pukul 06.45 petugas akan melaksanakan pergantian jaga tahanan. Salah seorang sipir, Paiman mengecek blok tahanan isolasi.

Paiman kaget mendapati Umar yang tergantung. Sarung tersebut diikatkan pada tralis besi ventilasi udara. Paiman lantas memanggil sipir lainnya. Saat dicek, korban sudah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

”Kami langsung koordinasi dengan inafis polres, mendatangi dan olah TKP dengan membawa korban ke RSUD. Hasil pemeriksaan di TKP, tali yang mengikat leher korban simpul hidup. Kaki korban tidak menyentuh lantai, ikatan tali ke lantai 2,5 meter dan korban berada di sel isolasi seorang diri,” jelasnya.

Kasubsise Registerasi Lapas Sragen, Ratna Dwi Lestari menyampaikan dua hari lalu ada pemeriksaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Hasilnya BNN menangkap tersangka penyalahgunaan narkoba di wilayah Brebes. Dari keterangan pelaku, Lantas pelaku yang ditangkap di Brebes mengaku yang mengenalkan pada jalur narkoba adalah napi yang meninggal tersebut.

”Jadi korban sebenarnya hanya sebagai saksi untuk kasus di Brebes itu. BNN menyarankan agar diisolasi agar tidak menyebar informasi. Atas dasar instruksi itu, korban kami pisahkan dari narapidana lainnya,” terangnya mewakili Kalapas Sragen Yosef B Yembise.  

Dia menjelaskan, korban merupakan tersangka kasus narkoba yang menjalani vonis 4 tahun penjara. Jika sesuai jadwal, korban akan bebas pada 2022 mendatang. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia