Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Jadi Tersangka Kebakaran, Rencana Umrah Batal

11 Oktober 2019, 14: 54: 43 WIB | editor : Perdana

TERTUNDUK LESU: Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan (dua dari kiri) tunjukkan tersangka kasus kebakaran pabrik.

TERTUNDUK LESU: Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan (dua dari kiri) tunjukkan tersangka kasus kebakaran pabrik. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Kasus terbakarnya pabrik pengolahan kayu di Desa Doyong, Kecamatan Miri Selasa (1/10) lalu memasuki babak baru. Tersangka penyebab kebakaran pabrik, Cipto Sujarwo resmi ditahan di Mapolres Sragen, kemarin (10/11). Sebelumnya Cipto hanya berstatus sebagai tahanan kota.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, hasil pemeriksaan tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus ini. Tersangka hanya lalai sehingga merugikan orang lain.

”Kerugian dari pemilik Rp 24 miliar. Kayu yang siap diekspor, banyak barang yang dipacking siap dipasarkan ikut hangus. Tapi Info terkahir CV diasuransikan sudah dicek labfor setelah kejadian,” jelasnya.

Hasil penyidikan terungkap Cipto awalnya berniat membakar sisa tanaman jagung di lahannya yang dekat dengan pabrik. Api kemudian merembet ke bangunan masjid dan pabrik. Atas perbuatannya, warga Dukuh Baran RT 11 Desa Doyong, Kecamatan Miri itu terancam penjara 5 tahun. Dia dijerat Pasal 188 KUHP terkait perbuatan yang menyebabkan kebakaran.

”Saya tidak sengaja pak, tidak ada yang menyuruh. Saya sudah puluhan tahun bakar sisa tanaman jagung, setahun dua kali,” ungkap Cipto.

Dia mengaku tidak ada masalah dengan pemilik pabrik. Sujarwo mengaku menyesal dan sedih atas kelalaiannya tersebut. Dia bahkan terancam batal umrah bersama istri awal tahun depan.

”Saya sudah 30 tahun mengolah sawah. Dari dulu tidak ada apa-apa. Sebenarnya sudah berencana umrah Januari nanti. Tapi kalau seperti ini uang saya menabung jadi sia-sia,” kilahnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia