Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Terdesak Sedimen, Jembatan Dungrejo Miring

11 Oktober 2019, 15: 05: 38 WIB | editor : Perdana

VITAL: Sedimentasi Dam Kendil dikeruk dengan dibiayai dana swadaya masyarakat.

VITAL: Sedimentasi Dam Kendil dikeruk dengan dibiayai dana swadaya masyarakat. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Dampak tebalnya sedimen di Dam Kendil, Dusun Dungrejo, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri Kota cukup parah. Ratusan hektare lahan pertanian yang mengandalkan air dari Dam setempat hanya bisa panen sekali setahun. 

Kepala Desa Manjung Hartono menyebut, sedimentasi di Dam Kendil terjadi 10 tahun lalu. Akibatnya dam bocor dan fondasi jembatan antardusun terangkat. Badan jembatan pun mulai miring.

“Badan jembatan pernah direnovasi sekitar tahun 2005. Sedangkan fondasinya masih bangunan lama. Pintu dam juga hilang dicuri orang,” ujarnya, Kamis (10/10).

Hartono yang belum genap satu tahun menjabat kades itu berinisiatif menormalisasi Sungai Jaten yang mengalir di Dam Kendil dengan dana swadaya masyarakat. 

"Dalam kondisi normal (Dam Kendil) bisa mengairi sekitar 100 hektare lahan pertanian. Tapi, saat ini hanya mampu mengairi di musim hujan. Jadi cuma bisa panen sekali setahun," katanya.

Pengerukan sedimentasi sudah dilakukan sepekan terakhir dengan meminjam alat berat dari Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri. Hasilnya, ratusan kubik sedimentasi terangkat.

“Sebenarnya sudah berulangkali dilakukan kerja bakti mengeruk sedimentasi. Namun karena hanya tenaga manusia tidak bisa maksimal," jelasnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia