Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Bau Limbah Pabrik Tercium hingga Wonogiri

11 Oktober 2019, 15: 09: 38 WIB | editor : Perdana

Bau Limbah Pabrik Tercium hingga Wonogiri

SUKOHARJO – Warga di kawasan Krisak, Selogiri, Wonogiri mengeluhkan bau tak sedap yang muncul, Rabu malam (9/10). Diduga, sumber bau berasal dari limbah PT RUM di Nguter, Sukoharjo.

Rina Rohayati, warga Desa Plesan, Nguter, Sukoharjo yang tinggal tepat di samping pabrik mengaku bau limbah sudah tercium sejak sepekan terakhir.

“Baunya juga macam-macam. Kadang kaya kopi, kaya gas, kadang kaya septic tank menyengat baunya,” jelasnya. Rina juga mendengar warga yang rumahnya di belakang pabrik memukul kentongan berkali-kali. Itu menandakan ada bau menyengat yang meresahkan.

Terpisah, Wahyuni, 50, warga Karangtengah, Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri menuturkan, bau tak sedap itu cukup mengganggu masyarakat. Jika malam tiba, aroma tidak sedap seperti septic tank. 

Bau serupa juga tercium ke wilayah Wonokarto, Kerdu Kepik, Purwosari di Kecamatan Wonogiri Kota. Untuk di daerah Kecamatan Selogiri, tercium mulai Nambangan, Krisak, Singodutan, Pancuran dan Brumbung. Namun, pada Rabu (9/10) pukul 22.30, bau sudah tidak tercium di sekitar Desa Singodutan dan Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri.

Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, pemkab harus segera mengambil langkah menindaklanjuti fenomena itu. “Jika disinyalir dari perusahaan di Sukoharjo, harus dikoordinasikan dengan pemerintah setempat,” ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wahyu Widayatto mengatakan, sudah menerjunkan untuk melakukan investigasi.

“Sepertinya dari limbah yang dihasilkan pabrik di Sukoharjo. Arah aromanya sepertinya dari Jembatan Nguter lama," ungkap dia. 

Sementara itu, juru bicara PT RUM Bintoro Dibyoseputro mengatakan, munculnya bau itu disebabkan perawatan pipa pengolahan limbah yang mengharuskan dibuka sehingga gas menguap keluar.

"Kondisi mesin sangat normal. Namun, empat hari lalu dilakukan perawatan dengan membuka pipa. Sangat tidak beruntung ternyata suhu udara sangat tinggi dan angin lemah sehingga gangguan udara ajek ngendon (tak kunjung hilang)," bebernya.

Ditambahkan Bintoro, seluruh mesin pengurai dan penetral bau antara lain tiga buah wet scrubber telah beroperasi. Dengan begitu diharapkan bisa menetralkan bau akibat produksi pabrik.

“Meski kami mengeluarkan limbah cair setiap hari, namun yang menjadi permasalahan adalah gangguan udara. Kami memohon maaf yang mendalam kepada masyarakat atas gangguan ini," pungkasnya. (rgl/kwl/wa)

(rs/rgl/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia