Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Wabup Purwadi Cari Celah ke DPD, Suara PDIP Sukoharjo Bisa Pecah?

11 Oktober 2019, 15: 11: 48 WIB | editor : Perdana

Wabup Purwadi Cari Celah ke DPD, Suara PDIP Sukoharjo Bisa Pecah?

SUKOHARJO – Dinamika pemilihan kepala daerah (pilkada) Sukoharjo mulai menghangat. Khususnya di kubu PDIP. Selain nama Etik Suryani-Agus Santosa yang diusung DPC, muncul Purwadi yang akan mendaftar lewat DPD PDIP Jateng.

“Kalau pendaftaran (penjaringan internal DPC) saya tidak tahu. Kalau nanti DPD PDIP Jateng membuka pendaftatan, ya saya siap mendaftar,” terang Purwadi, Kamis (10/10).

Ketua PAC PDIP Kecamatan Mojolaban ini mengaku telah menyiapkan syarat pendaftaran. Purwadi optimistis mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Menurutnya, nama-nama lain juga akan mendaftar sebagai bakal calon (balon) kepala daerah lewat DPD maupun DPP PDIP. Sebab, regulasi pendaftaran tidak hanya di tingkat DPC, tapi juga bisa lewat DPD dan DPP.

“Penjaringan (balon kepala daerah) juga melihat elektabilitasnya. Mumpuni atau tidak, dibutuhkan rakyat atau tidak. Nantinya DPP yang meng-goal-kan. Yang pasti saya tegak lurus dengan instruksi partai,” jelas pria yang juga masih menjabat wakil bupati Sukoharjo ini.

Sementara itu, apakah dengan akan majunya Purwadi ke DPD dapat memecah suara simpatisan dan kader DPC PDIP Sukoharjo? Sekretaris DPC PDIP Sukoharjo Nurjayanto enggan berkomentar banyak.

“Soal (mendaftar balon kepala daerah lewat) DPD dan DPP bukan kapasitas saya untuk menjawab. Namun, untuk DPC PDIP Sukoharjo telah sepakat mencalonkan Ibu Etik Suryani sebagai cabup (calon bupati) dan Pak Agus Santosa sebagai (calon wakil bupati). Kami dalam posisi menunggu rekomendasi DPP. Insya Allah kader dan simpatisan PDIP solid tegak lurus melaksanakan rekomendasi DPP," urainya.

Terpisah, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta Syamsul Bakri mengatakan, upaya Purwadi mencari celah ke DPD merupakan sesuatu yang wajar. 

“Kenapa wajar? Karena nantinya yang memilih langsung adalah rakyat. Tinggal nanti siapa yang dipilih rakyat. Sedangkan DPP kan hanya merekomendasikan nama calon saja. Indonesia menganut sistem demokrasi,” jelasnya.

Sekadar informasi, DPC PDIP Sukoharjo telah menutup penjaringan internal bakal calon bupati/wakil bupati Sukoharjo, Jumat (20/9). Nama Etik Suryani dan Agus Santosa diajukan sebagai balon cabup dan cawabup. (rgl/wa

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia