Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Berlindung dari Panas, Pejalan Kaki Justru Tewas Tertimpa Tembok

11 Oktober 2019, 17: 06: 48 WIB | editor : Perdana

Warga membersihkan runtuhan tembok yang roboh

Warga membersihkan runtuhan tembok yang roboh (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Nasib nahas menimpa agus Wahyudi, 41, warga Grogol, Cemani, Sukoharjo yang tinggal di Kampung, Banaran, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karaganyar. Wahyudi meninggal dunia setelah tertimpa tembok batako saat akan berangkat ke masjid untuk Salat Jumat, Jumat (11/10).

Kepala Dusun Banaran Guntoro mengungkapkan, kejadian bermula saat korban hendak pergi ke masjid di dekat rumahnya. Korban melintas di bawah tembok yang terbuat dari batako. Tembok itu merupakan pembatas antara jalan dengan lahan pekarangan.

Karena saat itu kondisi angin kencang, tembok setinggi 3,5 meter dan panjang 8 meter itu goyang lalu roboh ke jalan. ”Korban jalan kakai berniat ke masjid. Karena cuaca panas, korban berjalan sedikit mepet ke tembok. Tapi tidak tahunya tembok itu justru roboh ke badan jalan dan langsung mengenai korban,” terang Guntoro.

Korban mengalami luka serius di bagian kepala karena tertimpa runtuhan tembok dan meninggal dunia. Warga yang mengetahui hal tersebut langsung melaporkan ke mapolsek setempat.

Kapolsek Jaten AKP Lukman melalui Kanit Reskrim Ipda Wandi mengungkapkan, tembok yang roboh itu dibuat pemilik lahan tanpa cakar ayam atau penguat. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia