Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Distribusi Pupuk Bersudsidi Masih Bermasalah

11 Oktober 2019, 17: 43: 21 WIB | editor : Perdana

Anggota DPR RI Hamid Noor Yasin berdialog dengan petani terkait pupuk bersubsidi

Anggota DPR RI Hamid Noor Yasin berdialog dengan petani terkait pupuk bersubsidi

Share this      

WONOGIRI – Ketersediaan dan kemudahan mendapat pupuk bersubsidi sangat didambakan para petani. Sayangnya, masih terjadi masalah fundamental pada distribusi pupuk bersubsidi secara nasional.

Itu ditegaskan anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) IV Jawa Tengah IV Hamid Noor Yasin. Menurutnya, pada September lalu, negara melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan pasokan pupuk subsidi sebanyak 1,26 juta ton untuk memenuhi kebutuhan petani secara nasional hingga akhir 2019. 

Kementerian Pertanian menargetkan tidak terjadi kekurangan stok pupuk jelang musim tanam tahun ini. Namun, kenyataannya, tata kelola distribusi pupuk bersubsidi amburadul dan berbuntut protes petani-petani di tingkat bawah.

“Banyak keluhan dari petani. Terutama di dapil saya yang meliputi Kabupaten Sragen, Karanganyar dan Wonogiri. Keluhan yang paling intens pada masalah pupuk bersubsidi. Pemerintah masih kacau dalam pengelolaan pupuk bersubsidi ini,” tegas Hamid.

Ditambahkan politisi PKS ini, meskipun pemerintah telah menggelontorkan  sekitar 6 juta ton pupuk bersubsidi hingga hingga 11 September 2019, atau setara 68 persen dari alokasi penyaluran pupuk bersubsidi di 2019 sebesar 8,8 juta ton, namun kepuasan masyarakat, terutama para petani jauh dari harapan. 

Petani mengeluhkan pendataan kelompok tani penerima pupuk bersubsidi. Yakni mereka yang dekat dengan pemerintah atau memiliki akses saja bisa mendapatkan pupuk bersubsidi dengan mudah, sehingga masih banyak petani tidak kebagian pupuk subsidi meski sangat membutuhkan.

“Semoga sampai akhir tahun ini pemerintah mampu membereskan permasalahan pupuk bersubsidi ini. Keluhan petani di daerah dapat di redam dalam waktu cepat,” harap Hamid. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia