Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Olahraga

Laga Persis di Kandang PSIM Jogja, Pertarungan Harga Diri Menanti

12 Oktober 2019, 07: 30: 59 WIB | editor : Perdana

: Para pemain Persis Solo melakukan selebrasi ke gawang PSBS Biak di Stadion Wilis Madiun

: Para pemain Persis Solo melakukan selebrasi ke gawang PSBS Biak di Stadion Wilis Madiun

Share this      

SOLO – Persis Solo akan menjalani laga hidup mati di markas PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida, 21 Oktober mendatang. Kemenangan sangat diperlukan kubu Persis untuk menjaga peluangnya lolos ke babak 8 besar Liga 2 2019.

Tak akan mudah, karena mereka akan menjalani sebuah laga sarat gengsi bertajuk derby Mataram. Beban berat tentu sudah ada di pundak anak-anak Laskar Sambernyawa. Terlebih lawan yang mereka hadapi dikenal memiliki banyak pemain berkualitas yang bergabung di klub ini.

”Ketika saya datang bergabung ke tim ini (pertengahan putaran kedua Liga 2), saya tetap optimistis tim ini bisa bangkit seperti di putaran pertama lalu. Kuncinya saat ini adalah motivasi pemain dibentuk, dan kembali fokus untuk menatap laga demi laga yang pasti tak mudah,” terang CEO PT Persis Solo Saestu Azmi Alqomar.

Di Grup Timur kini tersisa dua tiket saja, karena Persik Kediri dan Mitra Kukar dipastikan sudah lolos ke babak selanjutnya. Dua tiket sisa masih akan diperebutkan oleh Persewar Waropen, Martapura FC, Persis Solo, Sulut United, dan PSIM Jogja.

Persis Solo jelas masih harap-harap cemas. Tabungan 27 poin belum aman walau kini ada di posisi kelima. Untuk bisa finish di posisi empat besar Grup Timur, Persis wajib hukumnya untuk menang di kandang PSIM Jogja. Itupun dengan catatan masih mengandalkan dua kompetitor lainnya yakni Persewar Waropen dan Martapura FC tersandung di laga sisa.

Sementara itu, sisa dua laga di babak penyisihan grup di Liga 2 2019, PSIM Jogja malah ditinggal pelatih kepalanya Aji Santoso. Laskar Mataram kini akhirnya sudah menunjuk mantan pelatih Bandung United, Liestiadi sebagai pengganti. Eks asisten pelatih Timnas Indonesia itu mengaku dihubungi manajemen PSIM Jogja setelah laga melawan Martapura FC.

“Target utama saya bilang ke manajemen adalah membawa tim ini tak terdegradasi dahulu. Ini saya lihat banyak pemain yang pernah saya latih. Saya tahu karakter hampir beberapa pemain,” ungkap Liestiadi.

Dia mengakui tidak banyak waktu dan pilihan yang dapat dilakukanya. Karena itu dia akan fokus pada satu pertandingan melawan Persatu Tuban terlebih dulu, 13 Oktober mendatang. Dilanjutkan laga pamungkas melawan Persis Solo (21/10) nanti. Liestiadi optimistis 

 “Kalau mang rejeki, kita yakin bisa lolos 8 besar,” tuturnya.

Mengenai kehadiran Erwan Hendarwanto sebagai asistennya, dia mengaku akan lebih senang. Sebab hal itu dinilai akan memudahkan kinerjanya. Sebab Erwan tentu akan memberikan sentuhan karakter main khas PSIM.

“Dengan adanya staf pelatih yang ada bisa sebagai kekuatan. Saya kumpulkan kekuatan terlebih dahulu,” tuturnya. (riz/JPG/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia