Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Olahraga

Tak Semua Salah Kiper, Nasib Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022

12 Oktober 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Perdana

I Komang Putra, pelatih kiper PSIS

I Komang Putra, pelatih kiper PSIS (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Timnas Indonesia babak belur di kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Setelah sebelumnya dibantai Timnas Malaysia 2-3  di gelora Bung Karno (5/9) dan di markas Thailand 0-3 (10/9). Kabar terbaru, Kamis (10/10) malam, Indonesia tumbang dihajar tuan rumah Uni Emirat Arab (UEA) 0-5  dalam laga ketiga Grup G putaran kedua di Stadion Al Maktoum tersebut.

Sial bagi penjaga gawang Wawan Hendrawan karena menjadi malam yang buruk dalam debutnya bersama tim Merah Putih. Lima gol bersarang ke gawang Wawan Hendrawan dihasilkan oleh Khalil Ibrahim Al Hammadi, Ali Ahmed Mabhkout (tiga gol), dan Tariq Ahmed.

Dia dua laga awal kontra Malaysia dan Thailand, gawang Indonesia dijaga oleh kiper Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa. Kebobolan 11 gol di tiga laga, dengan hanya bisa mencetak dua gol ke gawang lawan jelas cibiran pasti akan tertuju pada performa tim racikan Simon McMenemy tersebut.

Mantan penjaga gawang Timnas Indonesia di Piala Asia 2000 I Komang Putra turut mengomentari hasil kekalahan atas UEA. Mantan pelatih kiper Persis Solo tersebut tak setuju jika penyebab kekalahan dari UEA ditujukan kepada Wawan Hendrawan.

"Pasti ada pertimbangan khusus pelatih Simon memainkan Wawan. Mungkin karena di liga bersama Bali United sedikit kebobolan. Jadi tidak ada salahnya dicoba. Tapi tidak tahu juga kenapa bisa banyak kebobolan," terangnya.

Pria yang kini menjabat pelatih kiper PSIS Semarang ini mengakui jika kualitas ketiga penjaga gawang Timnas Indonesia tak perlu dipertanyakan. Tidak hanya Wawan Hendrawan, dan Andritany Ardhiyasa, sosok kiper ketiga Timnas Muhammad Ridho juga punya potensi besar.

"Pengaruhnya tetap di mental, ketika di klub dan saat main di Timnas jelas beda. Saat kebobolan banyak, tidak bisa hanya kiper yang paling disalahkan, dilihat dulu dari mana. Proses terjadinya gol seperti apa," ujar I Komang Putra. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia