Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Joko Paloma Siap Lepas Kursi DPRD, untuk Nyalon Bupati Sukoharjo

12 Oktober 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Joko Paloma Santosa

Joko Paloma Santosa (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Satu per satu nama yang bakal bertarung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sukoharjo 2020 bermunculan. Teranyar, Joko Santosa atau dikenal Joko Paloma politisi Partai Gerindra menyatakan kesiapannya menjadi bakal calon  bupati (cabup).

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sukoharjo itu mengatakan, namanya mencuat pada pertemuan PKS dengan Gerindra belum lama ini.

"Yang pasti saya berterima kasih nama saya masuk untuk dicalonkan. Namun, semua itu tergantung pada rekomendasi partai. Yang pasti saya bersedia dan siap maju (cabup). Jika terpilih saya siap melepas kedudukan saya (sebagai anggota DPRD) sesuai aturan berlaku," katanya, Jumat (11/10).

Menurut Joko, namanya merupakan satu-satunya yang diajukan dari Partai Gerindra sebagai bakal calon bupati. “Kami akan bersilaturahmi ke beberapa partai lain. Yang jelas saya siap maju untuk mendaftar Pilkada 2020," tegasnya.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Eko Sapto Purnomo mengakui telah berkomunikasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk membahas rencana Joko Paloma dijadikan jago pada pilkada.

“Partai Gerindra mengapresiasi bahwa salah seorang kader kami dianggap punya kapasitas menjadi cabup oleh PKS. Namun, hal yang ditekankan dalam pertemuan itu lebih pada mencari kesamaan visi partai untuk Sukoharjo dan menjajaki format koalisi," urai dia.

Memang, lanjut Sapto, belum ada kesepakatan final terkait koalisi Gerindra dan PKS. Tapi, kedua partai satu suara penyelenggaran Pilkada 2020 yang adil dan merata.

"Barangkali PKS masih proses penjajakan nama-nama calon dan partai lain yang potensial diajak berkoalisi. Segala kemungkinan masih bisa terjadi," ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPD PKS Ari Sarwanto mengatakan, telah muncul beberapa nama yang digadang-gadang maju sebagai cabup-cawabup. "Yang utama adalah penjajakan ke partai-partai. Ada beberapa nama yang akan kami laporkan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)," ucapnya.

Menurut Ari, partainya telah bertemu PAN dan Gerindra. Dia menyatakan ada kemiripan visi misi, sehingga memungkinkan untuk berkoalisi. Ketika bertemu PAN, partai berlambang matahari bersinar itu mengaku telah meminang Wiwaha. “Di kalangan kader dan simpatisan sudah mengajukan nama yang bisa diterima seluruh umat dan kalangan. Di antaranya Pak Wiwaha dan Pak Joko Paloma. Namun itu belum final, karena nantinya ada penjaringan kader internal,” urainya.

Ketua DPD PAN Sunoto mengamini telah meminang Wiwaha sebagai bakal cabup. "Kalau PAN jelas meminang pak Wiwoho bisa AD 1 (cabup) atau AD 2 (cawabup). Meski penjajakan dengan PKS belum mengarah ke sana. Tidak lama lagi kami ingin bertemu dengan partai lainnya," terangnya.

Sementara itu, Ketua PAC Muhammadiyah Wiwaha mengaku telah ada tawaran dari empat partai yang ingin mengusungnya. “Setelah melakukan komunikasi, nama saya masuk radar penjaringan PKS. Nyuwun donga saha panyengkuyungipun (mohon doa restu dan dukungannya),” kata dia. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia