Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Mayoritas Saham Tol Solo-Ngawi Masih di Tangan Pemerintah 

12 Oktober 2019, 16: 53: 53 WIB | editor : Perdana

MULUS: Kendaraan pribadi melintas di ruas Tol Solo-Ngawi. Fasilitas rest area terus dilengkapi. 

MULUS: Kendaraan pribadi melintas di ruas Tol Solo-Ngawi. Fasilitas rest area terus dilengkapi.  (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pelepasan 40 persen saham PT Waskita Toll Road (WTR) di ruas Tol Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono kepada investor Hongkong dipastikan tidak memengaruhi operasional tol setempat. 

Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Ari Wibowo memastikan divestasi dilakukan hanya untuk saham PT WTR. “Ruas Tol Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono ini dikelola tiga pihak, yakni PT Waskita Toll Road (dengan saham) sebesar 40 persen, PT Jasa Marga 40 persen, dan PT Lintas Marga Jawa 20 persen. Secara koorporasi, 60 persen saham masih dipegang pemerintah Indonesia,” bebernya kemarin (11/10). 

Mengingat mayoritas saham tol masih di tangan pemerintah, maka tidak ada perubahan signifikan dalam pengelolaan tol. Bahkan, upaya penyesuaian tarif baru mulai dilakukan 2021.

"Investor asing dari Hongkong itu masih merampungkan proses administrasi hingga waktu yang belum diketahui. Kalau soal tarif, ketentuan penyesuaian dilakukan per dua tahun sekali. Jadi nanti ada tarif baru di tahun 2021," kata dia.

Di lain sisi, PT JSN terus melengkapi fasilitas tol. Antara lain tersedianya delapan rest area. Terdiri atas empat tipe A dan empat tipe B. “Saat ini sudah ada dua tipe A dan satu tipe B. Saat ini akan dibangun lagi satu tipe B di Kilometer 552 (perbatasan Sragen-Ngawi). Kerja sama dengan pihak Perhutani karena lahannya milik mereka,” ungkap Ari.

Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019, lanjutnya, PT JSN melakukan kajian antisipasi kepadatan kendaraan di sekitar akses tol. Direncanakan ada penambahan gardu satelit di gate Karanganyar dan Sragen.

"Kalau di akses masuknya mungkin tidak masalah. Penekanannya di akses keluar karena kadang pengendara harus top up ulang e-money," pungkasnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia