Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Pertumbuhan Perbankan Positif

12 Oktober 2019, 17: 13: 26 WIB | editor : Perdana

PELAYANAN PUBLIK: Jasa penukaran uang baru yang dilakukan mobil keliling Bank Indonesia di Kota Solo.0

PELAYANAN PUBLIK: Jasa penukaran uang baru yang dilakukan mobil keliling Bank Indonesia di Kota Solo.0 (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kinerja perbankan, baik umum, syariah, maupun bank perkreditan rakyat (BPR) tercatat mengalami perbaikan per Agustus 2019. Sementara untuk kredit macet dinilai masih perlu evaluasi. Sepertti idungkapkan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta Eko Yunianto.

Eko mengaku bank umum nilai asetnya per Agustus 2019 tumbuh 6,45 persen dibandingkan bulan yang sama di 2018. Sementara kredit tumbuh 7,88 persen dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,13 persen. Nilai NPL Agustus ini masih di angka 2,23 persen, namun lebih tinggi dibandingkan 2018 yang hanya 1,96 persen. 

“Kondisi ekonomi memang belum stabil. Persentase masih di bawah 5 persen untuk NPL bank umum. Untuk porsi bank umum di Jawa Tengah, dari sisi aset sebesar 22,24 persen, kredit 27,11 persen, dan DPK 23 persen. Sektor ekonomi yang mendominasi bank umum adalah perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, serta rumah tangga,” papar Eko kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (11/10). 

Ditambahkan Eko, kinerja BPR konvensional juga mengalami pertumbuhan. Aset BPR tumbuh 12,5 persen, kredit 12,36 persen, dan DPK 13,43 persen. Untuk rasio NPL, BPR mengalami penurunan 5,99 persen. Sedangkan Agustus 2018 di angka 6,06 persen. 

Pertumbuhan juga terjadi pada BPR syariah. Aset tumbuh 16,46 persen, pembiayaan 28,62 persen, dan DPK 15,32 persen. Sedangkan NPF mengalami perbaikan di angka 7,72 persen dibanding 2018 sebesar 9,81 persen. Untuk NPL maupun NPF, BPR masih di atas 5 persen. “Harapannya ini segera diperbaiki,” urainya. 

Di Jateng, porsi BPR konvensional relatif tinggi. Asetnya sekitar 22,30 persen, kredit 21,97 persen, dan DPK 21,98 persen. Sedangkan BPR syariah dibandingkan total BPR keseluruhan di Kota Solo dan sekitarnya, komposisi aset menyumbang 6,94 persen, kredit 7,22 persen, serta DPK 5,91 persen. 

“Dari sisi aduan, mulai Januari hingga September 2019, terdapat 227 aduan. Didominasi dari perbankan sebanyak 153 aduan, asuransi 46 aduan, dan sisanya pembiayaan. Dari jumlah tersebut sudah selesai 223 kasus. Empat kasus masih dalam proses,” bebernya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia