Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Bekraf Beri Ruang untuk Digital Advertising

12 Oktober 2019, 17: 18: 09 WIB | editor : Perdana

PAPAN IKLAN: Uji coba videotron di depan Balai Kota Surakarta.

PAPAN IKLAN: Uji coba videotron di depan Balai Kota Surakarta. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendukung pemerintah mengoptimalkan bisnis periklanan nasional. Melalui Future Local Advertising Workshop (FLOW) para pelaku agensi periklanan maupun pelaku bisnis yang berhubungan dengan periklanan. Agar mereka bisa mempelajari lebih luas mengenai tren iklan digital.

Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf Poppy Savitri menjelaskan, FLOW merupakan upaya praktis yang dilakukan dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif subsektor periklanan di tingkat lokal. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mendorong kemajuan dunia komunikasi pemasaran di daerah. 

Tren saat ini, adalah transisi ke era digital. Mengubah kondisi bisnis periklanan secara global. Lewat transisi tersebut, banyak biro periklanan di daerah yang merasakan dampak ini. Sehingga terjadi penurunan pendapatan.

“Menurunnya oplah media cetak dan lambatnya perubahan media konvensional ke platform digital berdampak besar pada eksistensi periklanan di daerah. Oleh karena itu, perlu langkah nyata untuk mengubah model bisnis industri periklanan di tingkat global. Agar mampu menyesuaikan diri dengan dunia digital,” jelas Poppy.

Solo sebagai kota yang memiliki potensi ekonomi kreatif tidak lepas dari dampak transisi pemanfaatan iklan dari media konvensional ke digital. Mengantisipasi ini, FLOW berupaya melakukan transformasi dan digitalisasi sumber daya manusia (SDM). Lewat pemahaman baru dan pelatihan terkait industri periklanan kekinian.

Bekraf prcaya SDM menjadi kunci agar industri periklanan nasional tidak mengalami kemerosotan. Diharapkan ke depan subsektor periklanan bisa memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional. Dari data BPS 2016, subsektor periklanan menyumbang sekitar 0,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). 

Jika tidak digenjot dengan inovasi terkini, kemungkinan bakal terus merosot. Sampai saat ini mayoritas pertumbuhan masih fokus di pulau Jawa. “Meski demikian, subsektor periklanan di luar Jawa tetap tumbuh dan berkembang. Di subsektor ini terdapat 3.055 usaha dengan persebaran terbanyak di DKI Jakarta. Sebanyak 1.292 jumlah usaha. Persebaran juga meliputi wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah,” urainya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia