Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Features

Lebih Dekat dengan Perenang NPC Marinus Melianus Yowei

Bom Ikan Sempat Buat Dia Frustrasi

14 Oktober 2019, 09: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Marinus Melianus Yowei

Marinus Melianus Yowei (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

Share this      

Menjadi atlet berpretasi ternyata diraih dengan proses yang tak mudah. Seperti apa yang dirasakan oleh Marinus Melianus Yowei. Seperti ini kisahnya?

NIKKO AUGLANDY, Solo, Radar Solo

Pria asli Papua terlihat girang bukan kepalang karena mendapat  penghargaan dari Kemenpora, yang diterimanya di kantor National Paralympic Committee (NPC) di Solo Jumat kemarin. Prestasinya di cabor renang cukup banyak yang mengharumkan nama Indonesia. Ini tentu jadi catatan positif buatnya, hingga akhirnya pemerintah tanpa ragu memberikan penghargaan kepadanya.

"Senang tentunya menerima penghargaan ini. Ini jadi motivasi saya untuk lebih berprestasi kedepannya," ucapnya kepada koran ini.

Jika dilihat seksama, kondisi tubuhnya tak terlihat disabilitas yang dideritanya. Padahal dia memiliki jarak pandang yang cukip minim.

"Saya low vision. Jarak pandangan saya hanya sekitar 4 meteran. Lebih dari itu kabur semua gambarnya," paparnya.

Ternyata apa yang terjadi pada bola matanya, bermuara dari sebuah bom ikan yang sempat percikannya mengenai matanya belasan tahun lalu.

Saat itu dia dan rekan-rekan sepermainnnya akan memancing ikan di perairan pantai Jayapura, Provinsi Papua. Dia memutuskan membawa bekal itu adalah bom ikan rakitan. Berbahaya memang. Namun, meledakkan bom berbasis pupuk itu adalah cara singkat mendapatkan ikan. Begitulah yang dipahaminya. Naas saat bom dibakarnya, ternyata lebih dulu meledak sebelum dilemparkan ke laut.

Ledakan bom yang kuat membuat Marinus terlempar hingga tujuh meter dan serbuk pupuk dari bom itu muncrat dan memercik ke mata Marinus.

"Karena bom ikan itu makanya mata saya jadi tak normal seperti dulu. Saya sempat trauma dan putus asa," terangnya.

 Beruntung dia punya saudara yang juga atlet renang. Akhirnya dia diberi tahu ada event untuk atlet disabilitas di bawah naungan NPC.

Peparnas 2008 jadi event pertamanya. Hingga akhirnya dia bisa masuk pelatnas Asean Para Games 2011. Melianus sukses mendapat dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu di event ini. 

Puncaknya, ia turut serta mewakili Indonesia ke ajang Paralimpiade Rio de Janeiro Brasil 2016 silam. Dia turun di nomor 50 meter gaya bebas S13 dan 100 meter gaya dada SB13.

Di dua nomor tersebut, Melianus tidak lolos babak kualifikasi. Namun ia tetap merasa bangga atas prestasinya bisa bersaing dengan perenng dunia kala itu.

 Dalm waktu dekat dia akan terjun di ajang Asean Para Games 2020 di Filipina. Kejuaraan serupa 2017 silam di Malaysia, dia sukses menggondol tiga emas untuk Indonesia.

"Saya optomistis bisa mendapat banyak emas di Filipina nanti. Dapat emas bis membuka pintu buat saya untuk jadi wakil Indonesia di Paralympiade (2020) di Jepang," ujarnya. (*)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia