Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Target Penjualan Rumah Lesu, Kuota FLPP MBR Habis

14 Oktober 2019, 13: 10: 59 WIB | editor : Perdana

DIPAJANG RAPI: Varian handle pintu untuk rumah subsidi dan komersial. Target penjualan rumah subsidi maupun komersil dikhawatirkan gagal tercapai tahun ini.

DIPAJANG RAPI: Varian handle pintu untuk rumah subsidi dan komersial. Target penjualan rumah subsidi maupun komersil dikhawatirkan gagal tercapai tahun ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah pesimistis target penjualan rumah tahun ini tercapai. Sebab kuota program kredit pemilikan rumah (KPR) fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah habis. Sedangkan, program baru berupa bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT) belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Alasan belum dimanfaatkannya program BP2BT cukup teknis penerbitan. Yakni terkait perizinan. Padahan di Jawa Tengah, target penjualan rumah sekitar 11.800 unit. 

“Terkait ketersediaan bahan baku untuk pembangunan sejauh ini tidak ada kendala. Sehingga pembangunan rumah atau konstruksi yang lainnya terbilang lancar. Hanya saja jika tidak diimbangi dengan penjualan unit yang meningkat, kami pun tidak bisa ambil bahan baku. Ini ekosistemnya kan saling terhubung,” papar Ketua REI Jateng MR Prijanto, kemarin (13/10).

Terkait ketersediaan bahan baku bangunan, PT Solusi Bangun Indonesia memastikan aman. Kendati sedang diterpa isu penjualan rumah subsidi maupun komersil yang anjlok. Menyelaraskan hal tersebut, dilakukan temu pengusaha atau pemilik toko bangunan untuk mempererat mitra.

“Lewat kerja sama yang kami lakukan dengan pemilik toko bangunan, akan mempermudah pengembang atau kontraktor. Sehingga bisa mendapatkan bahan bangunan yang berkualitas dengan mudah. Selain itu kami juga bekerja sama dengan pihak manapun yang terlibat dalam proyek konstruksi. Salah satunya pengembang untuk memberikan banyak benefit,” ujar Direktur Human Capital Legal and Corp Affair PT Solusi Bangun Indonesia Agung Wiharto. 

Terkait bahan bangunan, saat ini dipasok empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh). Total berkapasitas 14,5 juta ton semen per tahun. Mempekerjakan lebih dari 2.400 orang. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia