Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Pascaletusan Gunung Merapi, Muncul 2 Titik Api & Hujan Abu Tipis

14 Oktober 2019, 19: 29: 48 WIB | editor : Perdana

Awan panas letusan Gunung Merapi

Awan panas letusan Gunung Merapi (ISTIMEWA)

Share this      

BOYOLALI - Hujan abu tipis sempat mengguyur wilayah lereng Gunung Merapi, Senin sore (14/10). Hal itu terjadi setelah Gunung Merapi kembali meletuskan awan panas sekitar pukul 16.31.

Awan panas berlangsung sekitar 270 detik. Berdasarkan catatan seismogram, diketahui amplitudonya 75 mm dengan arah angin tertiup ke barat daya.

Wilayah yang terkena hujan abu yakni Desa Tlogolele dan Klakah, Kecamatan Selo. Di Desa Tlogolele guyuran abu vulkanik terjadi di Dusun Stabelen. Dusun ini berada paling tinggi atau dusun paling dekat dengan Merapi. Hanya berjarak sekitar 3,5 kilometer dari puncak Merapi.

Hujan abu tipis sempat turun di wilayah terdekat Gunung Merapi

Hujan abu tipis sempat turun di wilayah terdekat Gunung Merapi (ISTIMEWA)

Kepala Dusun Stabelan Maryanto mengaku warga masih tenang dan kondusif pascaletusan Merapi. Sebab, warga di sana memang sudah terlatih menghadapi situasi sulit erupsi Gunung Merapi. Gladi lapangan juga sudah kerap dilakukan.

”Ya, tadi sempat hujan abu tipis, sangat tipis,” kata Maryanto.

Lebih lanjut dijelaskan Maryanto, pascaletusan yang terjadi sekitar pukul 16.31, terlihat ada dua titik api di kawasan puncak Merapi. Pertama, di bawah Pasar Bubrah atau kawasan gunung di bawah puncak Merapi. Titik api kedua di sisi utara Merapi.

Belum diketahui pasti penyebab kemunculan titik api itu. Tapi, menurut Maryanto, kemungkinan itu akibat terjadinya awan panas letusan sore tadi.

Sementara itu, Kepala Desa Klakah, Kecamatan Selo Marwoto menuturkan, hujan abu tipis juga sempat melanda wilayah desanya. Tepatnya di Dusun Klakah Duwur. (wid/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia