Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga
DJARUM FOUNDATION-KEJURKAB PBSI SRAGEN 2019

Ajang Pemanasan sebelum Ikut Audisi Umum

15 Oktober 2019, 12: 42: 20 WIB | editor : Perdana

ATLET POTENSIAL: Suasana event Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Sragen 2019 yang digelar di GOR GOR Diponegoro.

ATLET POTENSIAL: Suasana event Djarum Foundation-Kejurkab PBSI Sragen 2019 yang digelar di GOR GOR Diponegoro. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Ratusan bibit atlet bulu tangkis asal Bumi Sukowati, siap bersaing di ajang Djarum Foundation-Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sragen 2019 yang digelar di GOR Diponegoro (14-16/10).

Kejuaraan ini diharapkan jadi ruang yang bagus buat para peserta unjuk gigi, terkait kualitas permainannya di depan calon lawannya. 

Perwakilan Djarum Foundation Fitri Hardiyanto menyampaikan kejurkab yang digelar di Kabupaten Sragen ini memang perlu disambut dengan antusias. Dia menegaskan PB Djarum berkomitmen nyata untuk memajukan olahraga bulu tangkis di Indonesia. 

”PB Djarum sangat antusias untuk memantau atlet di berbagai daerah. Harapannya potensi mereka bisa diteruskan dengan mengikuti audisi umum nanti,” ucapnya.

 Sebelumnya PB Djarum menjalani audisi umum di Bandung (28-30/7), Purworejo (8-10/9), dan Surabaya (20-22/10). Jika tidak ada halangan, direncanakan seleksi Solo Raya akan digelar 27 sampai 29 Oktober mendatang. Dan akan dilanjutkan di Kudus 17-19 November nanti.

Fitri menilai Kejurkan di Sragen ini juga bisa jadi ajang pemanasan sebelum bersaing di audisi umum PB Djarum. 

Sementara itu Ketua PBSI Sragen Pujiatmoko menyampaikan Kejurkab PBSI ini merupakan agenda tahunan. Biasanya digelar di pertengahan tahun. Namun tahun ini karena cukup banyaknya agenda, sehingga jadwalnya diundur menjelang akhir tahun.

Puji menegaskan pada Kejurkab PBSI 2019 ini pihaknya lebih matang menyiapkan fasilitas. Salah satunya perbaikan terpal lapangan, yang sebelumnya rusak.

Dia menyampaikan ada sembilan kelas yang dikategorikan melalui kelompok umur yang dipertandingkan. Mulai prausia dini, untuk atlet kurang dari usia 9 tahun, sampai sampai kelas taruna untuk atlet usia kurang dari 19 tahun. ”Ada 102 peserta gabungan, dari klub, perorangan maupun utusan dari sekolah, baik putra maupun putri,” terangnya.

Pujiatmoko juga mengakui kejurkab ini juga jadi ajang seleksi untuk melihat potensi atlet di Sragen, yang diharapkan bisa jadi kerangka untuk nantinya di masukkan ke tim yang akan terjun di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng. ”Kalau ada bibit bagus yang siap, bisa kita kirim ke Porprov,” ujarnya.

Puji juga mengapresiasi Djarum Foundation untuk bantuan dan partisipasinya pada olahraga bulu tangkis. Pendanaan dari pemerintah tidak melimpah, dengan adanya sokongan dari pihak ketiga tentu menjadi langkah yang baik untuk pembinaan olahraga ini di Sragen.

Sementara Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Sragen Yusep Wahyudi mengapresiasi event untuk mencari bakat pebulutangkis di Sragen ini. Dia berharap para pemain junior bisa berprestasi sama dengan idolanya, atau bahkan melampaui prestasi para idolanya kedepannya.

Sementara salah satu peserta Hifzhedine Zahares Samto, 14, yang turun di kelompok umur remaja ikut kejuraan untuk mewakili SMPN 1 Gemolong. Siswa kelas IX ini mengaku sudah sering ikut kejuaraan di tingkat lokal. ”Semoga bisa bermain dengan baik. Berharap juga dilirik untuk berlatih di PB Djarum,” ujarnya. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia