Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Viralkan Ndalem Joyokusuman lewat Tari

15 Oktober 2019, 13: 15: 15 WIB | editor : Perdana

ASET BUDAYA: Penari tradisional unjuk gigi pada kegiatan yang digelar di Ndelm Joyokusuman.

ASET BUDAYA: Penari tradisional unjuk gigi pada kegiatan yang digelar di Ndelm Joyokusuman. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot akan memanfaatkan Ndalem Joyokusuman sebagai pusat pengembangan seni dan budaya. Upaya pertama, rumah lawas tersebut dijadikan sebagai markas latihan sanggar tari di Kota Bengawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Hasta Gunawan berencana membuat jadwal latihan untuk sejumlah sanggar tari setiap sore. Beberapa titik yang diproyeksikan yakni pendapa utama, serta ruang terbuka di bagian belakang.

“Sanggar A, ayo latihan hari Senin. Selasa untuk sanggar B. Kalau semua bergiliran kan penuh nanti,” katanya, Senin (14/10).

Pemanfaatan Ndalem Joyokusuman sebagai pusat latihan tari juga sebagai salah satu strategi merawat bekas rumah Wijanarko Puspoyo itu. Sekaligus memancing kedatangan wisatawan lokal maupun internasional untuk melihat aktivitas seni serta bangunan bersejarah di Kota Bengawan.

“Kalau ada turis datang, melihat ada yang latihan menari, kemudian ingin ikut berlatih, kan jadi daya tawar sendiri. Yang latihan juga dapat upload foto di sini sehingga menjadi viral,” terangnya. Saat ini, pemkot tengah menata seluruh bagian Ndalem Joyokusuman.

Sebelumnya, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo beserta organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan bersih-bersih Ndalem Joyokusuman. Wali kota menginginkan dinas pariwisata memanfaatkan segala yang ada di bangunan tersebut sebagai objek wisata dan budaya.

“Di (halaman) belakang ini kan bisa untuk pentas terbuka seperti di Balekambang. Bisa juga untuk guest house turis-turis. Pokoknya kita viralkan dulu tempat ini,” ujar wali kota.

Sebagai bentuk keseriusan, pemkot membentuk badan layanan umum daerah (BLUD) untuk mengelola Ndalem Joyokusuman. Wali kota tidak mematok target apapun terhadap BLUD tersebut. “Nanti kalau sudah bisa mandiri kita akan arahkan ke profit oriented,” ungkapnya  (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia