Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Industri dan RS Migrasi ke Listrik Premium

15 Oktober 2019, 13: 20: 36 WIB | editor : Perdana

PELANGGAN PLN: Petugas RSUD Bung Karno memasang peralatan medis di bangsal, belum lama ini.

PELANGGAN PLN: Petugas RSUD Bung Karno memasang peralatan medis di bangsal, belum lama ini. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Layanan listrik premium dari PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surakarta sudah dinikmati banyak kalangan. Didominasi kalangan industri dan rumah sakit. Sebab fasilitas ini dijamin bebas byar-pet. Pelanggan premium mendapat pasokan listrik minimal dari dua sumber.

Manajer PT PLN (Persero) UP3 Surakarta Mundhakir mengatakan, sejumlah perusahaan di Solo dan sekitarnya mulai mengajukan diri menjadi pelanggan premium. Di antaranya PT RUM Sukoharjo dan RS Ortopedi Dr. Soeharso. Menyusul RSUD Bung Karno Semanggi, GOR Manahan, Solo Technopark, PT Dan Rilis, serta Aston Solo Hotel. 

Alasan migrasi ini untuk meningkatkan performa pasokan listrik. Nah memenuhi kebutuhan tersebut, PLN masih mengandalkan tujuh gardu induk. Beban pasokan listrik dari tujuh gardu induk tersebut mencapai 49 persen. 

Gardu induk yang digunakan bisa sama. Tetapi bisa juga dari gardu induk berbeda. Jika terjadi masalah, maka pelanggan peremium langsung memperoleh pasokan listrik dari saluran lain. Dengan rata-rata perpindahan sumber hanya butuh waktu 0,5 detik.

“Ketersediaan listrik di Surakarta saat ini masih lebih dari cukup. Termasuk memenuhi kebutuhan pelanggan baru. Baik rumah tangga maupun industri,” ucap Mundhakir kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (14/10).

Kapasitas listrik di wilayah eks Karesidenan Surakarta mencapai 1.020 mega volt ampere (MVA). Sedangkan yang digunakan baru 480 MVA. Masih tersisa sekitar 540 MVA. Dalam waktu dekat, PLN akan menyiapkan satu unit gardu induk di Palur, Karanganyar. Sebab beban di wilayah tersebut mencapai 83 persen. Penambahan gardu induk juga untuk mendukung kebutuhan industri.

 “Layanan premium saat ini banyak dibutuhkan bagi industri dan rumah sakit. Karena penggunaan listriknya hampir 100 persen. Jika terjadi kendala dalam kelistrikan, dampaknya cukup besar. Dengan peningkatan yang kami lakukan, semoga mendukung kinerja industri dan rumah sakit. Listrik tidak terganggu dan bebas hambatan,” bebernya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia