Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Pemkab Sragen Antisipasi DBD Jelang Musim Hujan

15 Oktober 2019, 13: 38: 24 WIB | editor : Perdana

PENCEGAHAN: Bupati Yuni saat sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) Januari lalu.

PENCEGAHAN: Bupati Yuni saat sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) Januari lalu. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Memasuki pertengahan Oktober, sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen sudah mulai diguyur hujan. Meski belum terlalu intensif, namun warga harus mempersiapkan diri mencegah penularan penyakit musim hujan. Seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sejumlah daerah yang mulai diguyur hujan seperti Sumberlawang, Mondokan, Gesi, Jenar, Sragen kota, Ngrampal, Karangmalang, Tanon, dan Sidoharjo. Meski intensitas hujan belum belum merata dan sering, namun kewaspadaan harus ditingkatkan.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memperkirakan beberapa bulan ke depan hujan akan meningkat dan sering turun hujan. Hal ini juga harus dipersiapkan oleh masyarakat untuk antisipasi penyakit DBD. Masyarakat diimbau agar selalu menjaga lingkungan.

”Pasti kami antisipasi, kalau tahun kemarin demam berdarah banyak sekali. Sekarang kami mulai mengimbau masyarakat sejak dini mencegah semua yang mulai menyebabkan demam berdarah dan penyakit lainnya,” terang bupati.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono mengatakan, saat ini intensitas hujan masih rendah. Prediksi hujan akan intensif pada November mendatang. Dengan demikian masalah kekeringan berangsur-angsur pulih. ”Air Hujan saat ini memang belum masuk ke dalam tanah, namun patut disyukuri,” ujarnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia