Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Enam Desa Jadi Percontohan Desa Anti Money Politics

15 Oktober 2019, 13: 43: 27 WIB | editor : Perdana

BERI PAPARAN: Anggota Bawaslu Sragen bentuk desa percontohan.

BERI PAPARAN: Anggota Bawaslu Sragen bentuk desa percontohan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Enam desa di Kabupaten Sragen didorong jadi desa anti money politics dan desa pengawasan. Program dari badan pengawasan pemilihan umum (Bawaslu) tersebut ditarget rampung Desember mendatang.

Ketua Bawaslu Sragen Dwi Budi Prasetyo menyampaikan, untuk desa anti money politics ada tiga, yakni Desa Jipangan Kecamatan Sidoharjo, Desa Tegaldowo Kecamatan Gemolong dan Desa Pendem Kecamatan Sumberlawang. Sementara desa pengawasan adalah Desa Gesi Kecamatan Gesi, Desa Mojokerto Kecamatan Kedawung dan Desa Pilang kecamatan Masaran. Langkah ini untuk mengedukasi masyarakat agar terlibat dalam proses pemilu yang bersih.

”Pembentukan desa ini sebagai salah satu bagian dan upaya menciptakan pelaksanaan partisipatif semua unsur masyarakat dalam pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan umum,” kata dia.

Anggota Komisioner Bawaslu Edy Suprapto menambahkan, pihaknya sudah beberapa bulan terakhir melakukan survei dan konsolidasi. Dalam waktu dekat ini, pembentukan desa antipolitik uang dan desa pengawasan ini bisa segera terealisasi.

”Nantinya, keberadaannya bisa menjadi embrio bagi fokus-fokus pengawasan hal-hal yang menonjol terkait pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu khususnya di Pilbup 2020,” ujarnya.

Menurut dia, bawaslu memiki komitmen menegakkan regulasi di Pilbup 2020. Tidak bisa bekerja sendiri dalam pengawasan pelaksanaan di Pilbup 2020. Tapi juga membutuhkan peran serta semua elemen masyarakat.

”Media massa adalah salah satu elemen yang efektif dalam pencegahan, juga penjelasan kepada publik terkait banyak pihak yang ada dalam pelaksanaan pemilu,” tuturnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia