Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Densus 88 Antiteror Geledah 3 Lokasi Kos Terduga Teroris di Sukoharjo

15 Oktober 2019, 21: 25: 49 WIB | editor : Perdana

Kamar kos nomor 5 yang disewa terduga teroris Abdul Karim

Kamar kos nomor 5 yang disewa terduga teroris Abdul Karim (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggeladah kamar kos terduga teroris di tiga lokasi berbeda, Selasa (15/10). Ketiga lokasi tersebut yakni Dusun Serongan RT 2 RW 1 dan Dusun Ngemplak RT 1 RW 1, Mayang, Gatak, Sukoharjo. Kemudian, Dusun Tegalrejo RT 5 RW 1, Purbayan, Baki, Sukoharjo.

Dari penggeledahan di tiga lokasi itu, petugas mengamankan sembilan proyektil peluru, pisau kecil, parang, alat komunikasi, gambar denah, dan lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, penggeledahan pertama terjadi di Dusun Tegalrejo RT 5 RW 1, Purbayan, Baki. Ketua RT 5 Dusun Tegalrejo Erik mengatakan, penggeledahan dilakukan sekitar pukul 14.00 di dua kamar kos milik Abdul Karim dan Jaelani

"Kamar pertama milik Abdul Karim ditemukan buku, laptop, dan pisau kecil. Sedangkan kamar kedua milik Jaelani ditemukan parang, tiga lembar kertas sejenis denah elektronik yang ada gambar rangkaian tangan, dan dua unit HP,” terang Erik.

Abdul Karim dan Jaelani telah menempati kos tersebut sekitar dua bulan. Mereka merupakan warga Brebes, Jawa Tengah. Jaelani tinggal bersama istri dan ketiga anaknya. 

Sementara penggeledahan di kos Dusun Ngemplak dilakukan sekitar pukul 15.30 sampai pukul 16.00. Heru Wiyono, ketua RT setempat menuturkan, penggedelahan menyasar kamar kos milik Syuhada, 28. 

"Saya cuma diminta untuk menyaksikan saja tadi. Tim Inavis tadi mengamankan dua HP Nokia dan sembilan proyektil (peluru senjata api, Red)," terang Heru.

Ditambahkan Heru, Syuhada tinggal bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil sejak Juli lalu. Seperti pendatang kebanyakan, Syuhada dan istrinya juga melampirkan KTP dan KK.

"Dari keterangan KTP, mereka asalnya dari Jawa Barat. Dulu saya tanya dia ikut kakaknya yang jualan makanan ringan seperti cilok. Orangnya bergaul biasa, dengan lingkungan juga baik, dan sering main keluar juga," papar Heru.

Penggeledahan terakhir dilakulan di kamar kos nomor 5 yang disewa terduga teroris Abdul Karim, 31. Abdul Karim ini memang memiliki dua kos. Yakni di Dusun Tegalsari yang ditempati bersama istri dan empat anaknya, yang sekaligus menjadi sasaran pertama penggeledahan. Serta kos di Dusun Serongan, Mayang, Gatak.

Penggedahan berakhir sekitar pukul 16.30. Pada penggeledahan di kos kedua Abdul Karim ini, Tim Inavis tidak menemukan satu barang bukti pun.

Mayang Sri Widodo, ketua RT 1 RW 2 Dusun Serongan mengatakan, dia tidak tahu soal adanya penangkapan. Dia hanya dihadirkan ketika penggeledahan kamar kos dilakukan.

"Saya gak jelas ya ini terkait apa. Hanya tadi tidak ada (barang bukti) yang dibawa," terangnya kepada wartawan.

Widodo mengatakan, keluarga Abdul Karim tinggal di kos sudah sejak dua bulan. Namun, Abdul Karim belum juga melaporkan kedatangan keluarganya ke ketua RT setempat. Widodo mengaku pernah meminta berkas kepindahan pada 5 Oktober lalu. Namun, belum juga dipenuhi.

Menurut dia, Abdul Karim memang jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Keluarganya juga jarang keluar kamar kos. "Katanya pengambilan (penangkapan, Red) sudah pagi tadi. Dan dari foto yang diperlihatkan ke saya, ada dua orang yang dibawa," katanya. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia