Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

TeLe ApIK Milik RSMS Purwokerto Jadi Top 45 Inovasi Layanan Publik

15 Oktober 2019, 21: 52: 28 WIB | editor : Perdana

Warga membuka aplikasi TeLe ApIK atau Teyeng NdeLeng Antrean Pendaftaran dan Poliklinik RSMS Purwokerto

Warga membuka aplikasi TeLe ApIK atau Teyeng NdeLeng Antrean Pendaftaran dan Poliklinik RSMS Purwokerto

Share this      

JAKARTA - Pelayanan berbasis online di Rumah Sakit Umum Daerah Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto membuat Pemprov Jateng menerima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019. Inovasi itu memudahkan masyarakat mendapat pelayanan. Termasuk layanan dokter spesialis untuk datang tepat waktu.

Penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) itu diserahkan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Istana Wakil Presiden RI Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/10).

Pelayanan berbasis online di RSMS  itu bernama TeLe ApIK atau Teyeng NdeLeng (dapat melihat) Antrean Pendaftaran dan Poliklinik. Melalui program itu, masyarakat yang telah mendaftar secara online juga bisa memperkirakan jam berapa mereka akan mendapat pelayanan di poliklinik RSUD Margono Soekarjo.

"Kami memang mendorong agar setiap instansi membuat satu inovasi, satu OPD satu inovasi. Begitu pula kabupaten/kota, kita pilih yang mana mau dilombakan. Kita ajukan 22 dan masuk ke Top 99, kemudian diseleksi menjadi 45 yang terbaik. Kita mendapat delapan yang terbaik. Kami tentu bangga dan senang. Di Jateng, inovasi menjadi tradisi karena telah membanggakan masyarakat," kata Ganjar.

Ganjar berharap penghargaan itu bisa menjadi rangsangan maupun semangat. Baik di pemprov, pemkab, maupun pemkot untuk membuat aplikasi atau sistem yang mendorong layanan publik menjadi lebih baik. Selain itu, juga akan menjadi rujukan nasional maupun daerah-daerah yang belum membuat aplikasi atau sistem. 

"Kita ini sebenarnya punya banyak aplikasi bagus. Ada Sakpole, Sihati, Jalan Cantik yang tidak kita ikutkan lomba. Tapi memang belum ingin kita ikutkan saja," papar Ganjar.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan, inovasi merupakan keniscayaan bagi pemerintah daerah dalam menjawab dinamika yang berkembang. Sehingga daerah sedapat mungkin membuat terobosan positif dalam menjawab perkembangan tersebut dengan membuat dan menciptakan inovasi.

"Inovasi itu tentunya penting untuk semua daerah. Terutama bagi daerah yang memegang prinsip, kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah? Padahal sebenarnya kalau bisa dipermudah, daerah bisa lebih makmur, lebih cepat dan lebih baik," kata wapres.

Menpan-RB Syafruddin menjelaskan, bagi pemerintah daerah yang inovasinya terpilih sebagai Top 45 akan mendapat alokasi dana insentif daerah (DID). Pemberian DID ini telah dilakukan sejak tahun anggaran 2018. Instansi yang berpartisipasi pada KIPP 2019 juga berkesempatan mengikuti kompetisi tingkat dunia. Yaitu United Public Service Award (UNPSA) yang diselenggarakan PBB. 

Sebelumnya, terdapat dua instansi yang berhasil menjuarai ajang bergengsi UNPSA. Yaitu inovasi Sistem Early Detection and Treatment (EDAT) dari Kabupaten Teluk Bintuni dan inovasi PetaBencana.id milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Posisi ini akan dikirim ke PBB untuk dilombakan. Mudah-mudahan tahun depan bisa menjuarai lagi, sehingga kita bisa hattrick berturut-turut memenangkan UNPSA," ujar Syafruddin. 

Sementara itu, Plt Direktur RSMS Yunita Dyah Suminar mengungkapkan, penghargaan tersebut hanya bonus. Yang utama bagi dia, masyarakat dapat terlayani dengan baik, mudah, murah, dan cepat. RSMS, kata dia, harus terus meningkatkan kualitas pelayanan, agar masyarakat makin merasa nyaman dan puas dilayani. 

"Tantangan ke depan, perlu kita kembangkan pelayanan yang lebih bersifat prehospital preventif dan promotif (berbasis individu atau masyarakat. Hospital without wall, terpadu dengan intrahospital dan posthospital," katanya.

Untuk diketahui, selain penghargaan aplikasi yang menjamin dokter datang tepat waktu melalui TeLe ApIK, tujuh pemerintah kabupaten di Jateng juga menerima penghargaan. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui program OCe OKe (Siasat Keren Cegah 3 Terlambat dengan 4 Pantauan), Pemerintah Kabupaten Banyumas dengan program Pattas Sosial Mitra Kurir Langit (Penanganan Cepat, Tanggap dan Tuntas dalam Pendampingan Warga Miskin Penderita Sakit Kronis).

Kemudian, Pemerintah Kabupaten Brebes dengan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Atasi Anak Tidak Sekolah (ATS), Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan Balakar to Response Time (BArisan SukareLA KebaKARan menuju Response Time). Pemerintah Kabupaten Grobogan dengan Rumah Kedelai Grobogan, Pemerintah Kabupaten Magelang dengan Misteri Calon Pengantin Paseso Merapi (Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat), dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan Rumah Sakit Rasa Toyota. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia