Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Target PAD Solo Naik Rp 7 Miliar

16 Oktober 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Target PAD Solo Naik Rp 7 Miliar

SOLO -  Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) 2020 disepakati antara Pemkot dan DPRD Surakarta, Senin (14/10). Salah satu poin yang disepakati adalah penambahan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 7 miliar.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surakarta Budi Prasetyo menjabarkan, pendapatan daerah Kota Solo 2019  sebesar Rp  2.012 .861.148.959. Target penambahan Rp 7 miliar. Sehingga pendapatan daerah 2020 diproyeksikan sebesar Rp 2.019.861.148.959. 

Peningkatan pendapatan daerah itu terdiri dari pajak daerah bertambah Rp 3 miliar, retribusi daerah Rp 1.610.915.890, dan dana bagi hasil pajak bahan bakar kendaraan bermotor bertambah Rp 2.389.084.110.

“Guna meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah perlu diefektifkan penerapan peraturan daerah yang sudah ada, peningkatan mutu pelayanan kepada para pengguna jasa layanan pemerintah serta pelayanan pajak online,” kata Budi, Selasa (15/10).  

Khusus pelayanan pajak online, Banggar berpedoman pada Peraturan Wali Kota Surakarta Nomor 21 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pelaksanaan Sistem secara Online atas Data Transaksi Usaha Wajib Pajak dalam rangka Pengawasan Pembayaran Pajak Daerah.

“Untuk merealisasikan penambahan retribusi tentunya harus disertai pendataan yang jelas, pelaksanaan hingga pengawasan dalam pembayaran retribusi daerah,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta Ahyani menambahkan, terdapat beberapa pos anggaran yang menjadi prioritas pemkot pada 2020. Diantaranya pembangunan infrastruktur seperti Gedung Olah Raga (GOR) Manahan, pendampingan pembangunan pasar dan pembangunan sekolah.

“Prioritas-prioritas itu tentunya disusun dan digodok dengan matang oleh tim. Tentunya juga berdasarkan visi misi wali kota dan wakil wali kota,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia