Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Tak Sembarang Karya Bisa Dipamerkan

16 Oktober 2019, 14: 03: 26 WIB | editor : Perdana

PILIHAN: Abipraya Awards 2019 yang digelar di kampus ISI Surakarta kemarin (15/10).

PILIHAN: Abipraya Awards 2019 yang digelar di kampus ISI Surakarta kemarin (15/10). (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemberian penghargaan bisa menjadi penyemangat bekerja maupun berkarya. Itu pula yang dilakukan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Mereka menggelar Abipraya Awards 2019 sebagai apresiasi terhadap inovasi dan kreativitas mahasiswa program studi (prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV).

Sebanyak 50 karya seni diseleksi. Meliputi karya identitas visual, printed media, ilustrasi terapan, digital desain, fotografi, audio visual, dan tipografi. Puluhan karya tersebut dipamerkan selama tiga hari, Senin-Rabu (14-16/10) di kampus setempat.

“Award ini sudah dilaksanakan sejak 2016, bertujuan memberikan penghargaan kepada mahasiswa seluruh angkatan. Baik karya proyek studi, tugas kuliah, maupun portofolio yang pernah dipublikasikan dalam pameran. Terlebih diaplikasikan untuk produk tertentu,” beber Kaprodi DKV FSRD ISI Surakarta Asmoro kemarin.

Karya mahasiswa dinilai oleh dua dosen yang menjadi juri. Aspek penjurian meliputi kreativitas, keperbaharuan, kebermanfaatan bagi lingkungan dan masyarakat, serta bagi pengembangan keilmuan prodi. “Efektivitas karya serta kualitas secara estetikanya juga menjadi bahan penilaian juri,” sambungnya.

Karya juara 1,2, dan 3 Abipraya Award akan disertakan dalam seleksi pemberian penghargaan tingkat FSRD ISI Surakarta dengan nama Prabangkara Award 2019 pada 20 -21 Oktober 2019 di Cirebon, Jawa Barat.

Salah seorang mahasiswa peserta pameran, Farid mengaku bangga karyanya bisa menjadi salah satu dari 50 karya pilihan. Sebab, tidak semua mahasiswa berkesempatan mengikuti event ini.

“Ini jadi kebanggaan tersendiri buat aku. Nah, kalau karyaku terpilih, ada kesempatan masuk nominasi Prabangkara Award,” katanya.

Farid membuat karya ilustrasi yang terinspirasi dari kisah masa kecilnya. Dia mengangkat tentang anak-anak. Harapannya, event semacam ini dapat terus dilanjutkan tiap tahun. Untuk meningkatkan semangat mahasiswa terus berkarya. (mg8/aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia