Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

PT Pertamina Pelototi Gas Melon untuk Petani dan Nelayan

16 Oktober 2019, 15: 25: 00 WIB | editor : Perdana

DIATUR: Konsumen mengambil gas melon dari pangkalan di Solo.

DIATUR: Konsumen mengambil gas melon dari pangkalan di Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – PT Pertamina (Persero) mulai lakukan sosialisasi untuk penggunaan elpiji bersubsidi 3 kg alias gas melon. Terutama bagi nelayan kapal penangkap ikan dan mesin pompa air yang digunakan petani. Mengacu Perpres No. 38 Tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan petani. Melalui kebijakan diversifikasi energi berupa penyediaan dan pendistribusian. Untuk wilayah Kota Solo dan sekitarnya, akan difokuskan pada bidang pertanian. 

Sales Executive LPG Pertamina MOR IV wilayah Solo dan sekitarnya Adeka Sangtraga mengatakan, sejauh ini sosialisasi baru dilakukan di wilayah Sragen. Untuk mengetahui sasaran sekaligus tata cara pendistribusian gas melon bagi petani.

“Dalam waktu dekat kami akan sosialisasi ke petani yang mendapat bantuan pemerintah. Menyasar Kabupaten Klaten, Boyolali, dan yang sudah di Sragen. Untuk pengajuan dari pemkab, sedang digodog di provinsi,” jelas Adeka, kemarin (15/10). 

Petani yang berhak memakai gas melon yakni memiliki lahan pertanian maksimal 0,5 hektare. Kecuali untuk transmigran yang memiliki lahan luas. Selain itu, punya mesin pompa air dengan daya maksimal 6,5 horse power (HP). 

Terkait kuota, Boyolali dipasok 20.374 ton. Karanganyar dipasok 30.095 ton, Klaten 35.758 ton, Sragen 28.784 ton, Sukoharjo 29.621 ton, Wonogiri 20.803 ton, dan Solo 27.180 ton. “Materi sosialisasi adalah pemahaman mengenai petani, penggunaannya seperti apa, serta persiapan pembagiannya,” bebernya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia