Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Serapan Dana Proyek DPUPR Baru 11 Persen

16 Oktober 2019, 15: 28: 12 WIB | editor : Perdana

BELUM RAMPUNG: Alat berat milik rekanan masih dipakai untuk menyelesaikan proyek jaringan irigasi di Karanganyar. 

BELUM RAMPUNG: Alat berat milik rekanan masih dipakai untuk menyelesaikan proyek jaringan irigasi di Karanganyar.  (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Dua bulan jelang tutup tahun, serapan dana alokasi khusus (DAK) di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Karanganyar baru mencapai 11 persen. Untuk pembangunan infrastruktur Bumi Intanpari, tahun ini DPUPR mendapat anggaran DAK total senilai Rp 38 miliar.

Kepala DPUPR Karanganyar Edi Sriyanto menuturkan, saat ini  semestinya beberapa proyek yang bersumber dari DAK sudah masuk tahap akhir masa pelaksanaan konstruksi. Sehingga bisa dilakukan serah terima pertama atau provisional hand over (PHO).

”Namun para penyedia jasa tersebut rata-rata baru menerima 30 persen untuk uang muka. Maka hal tersebut (PHO, Red) belum bisa dilakukan. Anggaran dari pusat juga belum turun,” tutur Edi kepada wartawan, Selasa (15/10).  

Atas kondisi tersebut, DPUPR akan menerapkan sistem akselerasi atau percepatan proses pembangunan. Contohnya, kata Edi, dalam suatu pekerjaan bakal dilakukan dengan kelompok kerja.

“Tidak mingguan untuk pengawasannya. Kemudian, pengerjaan kita buat sistem segmen. Misal pengerjaan jalan, kalau 1 bulan bisa rampung 10 kilometer, itu bagaimana. Biar semua pengerjaan bisa elesai. Karena kita juga dikejar dengan waktu, akhir tahun semua pekerjaan harus selesai,” terang Edi.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono menekankan agar rekanan proyek benar-benar serius. Mereka harus bisa menyelesaikan proyek sesuai target yang sudah ditentukan.

“Kalau bisa dibuat lembur, dibagi menjadi beberapa shift agar nanti bisa terselesaikan,” tegas bupati. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia