Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Pengecoran Jalan Terkendala Pasokan Air

16 Oktober 2019, 16: 04: 00 WIB | editor : Perdana

GOTONG-ROYONG: Anggota TNI dan warga Desa Srawung mengecor jalan dalam kegiatan TMMD.

GOTONG-ROYONG: Anggota TNI dan warga Desa Srawung mengecor jalan dalam kegiatan TMMD. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Memasuk hari ke 15 pada Selasa (15/10), kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Gesi terkendala pasokan air. Namun, dengan ketersediaan air yang minim, kegiatan tetap diteruskan.

Pj Kepala Desa (Kades) Srawung Katamso mengatakan, TMMD kali ini tantangan terberat adalah sulitnya air. Musim kemarau yang panjang membuat sumber air di desa tak berfungsi. 

”Kebutuhan air saat ini air dipasok oleh PDAM. Meski gratis, namun pihak desa juga tetap memberikan uang rokok untuk sopir. Kasihan karena jauh, meski mereka tidak minta,” ujar Katamso kepada wartawan.

Saat ini yang dilakukan yakni menampung cadangan air di pinggir kampung menggunakan kolam terpal. Sementara untuk membawa air ke lokasi pengecoran jalan, anggota dan warga menggunakan mobil bak terbuka.

Katamso berharap pemkab bisa merencanakan secara matang terkait anggaran pelaksanaan TMMD. Karena tingkat kesulitan dan masalah tiap daerah berbeda-beda. Jangan sampai justru terjadi pembengkakan anggaran di desa lantaran adanya banyak hambatan di lapangan. ”Kekurangan air ini menjadi salah satu hambatan,” kata Katamso.

Dandim Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto mengatakan, anggota harus siap mengatasi kendala di lapangan. Sebab, TMMD ini diharapkan mampu menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai persoalan terkini dengan solusi. 

”Pada prinsipnya masyarakat kita harus betul-betul dapat hidup secara baik, sehat, dan sejahtera. Kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan harus kita atasi dan lawan bersama,” papar dandim.

Sasaran fisik TMMD kali ini berupa cor jalan sepanjang 1.069 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 12 cm. Saat ini sudah selesai 600 meter atau 56 persen. Untuk kegiatan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) sudah selesai delapan unit atau 62,5 persen dan jamban sehat 13 unit atau 76,92 persen. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia