Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Lagi, Densus 88 Antiteror Geledah 3 Lokasi, Amankan Pamflet Jihad

16 Oktober 2019, 19: 20: 57 WIB | editor : Perdana

Polisi melakukan pengamanan di depan tempat tinggal terduga teroris di Gang Murai, Desa Waringinrejo, Cemani

Polisi melakukan pengamanan di depan tempat tinggal terduga teroris di Gang Murai, Desa Waringinrejo, Cemani (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror masih melanjutkan operasinya di Kota Jamu. Setelah penggeledahan tiga lokasi dan penangkapan lima terduga teroris pada Selasa (15/10), densus kembali melakukan penggeledahan hari ini (16/10).

Ada tiga lokasi yang menjadi target penggeledagan Densus 88 dan Tim Inavis. Penggeledahan pertama dilakukan di sebuah rumah yang ditinggali Achmad Sarwani, 35, di Gang Murai RT 2 RW 22, Desa Waringinrejo, Cemani, Grogol. 

Ketua RT setempat Tri Kasianto mengatakan, penggeledahan dimulai sekitar pukul 10.30. Di sana, Achmad diketahui menumpang di rumah temannya, Danang Winarko.

"Yang diambil tadi buku-buku tentang agama Islam saja. Isinya apa, saya juga gak tahu," terang Tri Kasianto.

Saat tinggal di sana, kata Kasianto, Achmad memang telah menyerahkan identitas diri padanya. Dari kartu identitas itu diketahui Achmad merupakan warga Kauman, Solo. Dia tinggal sementara untuk menemani Danang yang tinggal sendirian.

"Pekerjaannya gak tahu karena serabutan. Dan sudah sekitar setahun tinggal di sini," terang dia.

Penggeledahan kedua terjadi sekitar pukul 11.20 di kediaman Krisyono Herlambang di Gang Manggis RT 4 RW 21 Waringinrejo, Cemani, Grogol, Sukoharjo. Dalam penggeledahan ini, polisi hanya menyita sejumlah lembaran pamflet terkait jihad ke Irak dan Suriah. Tidak ada benda lain yang ditemukan.

"Kedua orang yang ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri kemarin (15/10) katanya warga pendatang. Dari Gang Murai (tempat tinggal Achmad, Red) ditemukan tiga buku tentang jihad ke Suriah dan Irak. Sedangkan di rumah Pak Krisyono ditemukan buku pemahaman perang dalam Islam dan pamflet," terang Kepala Desa Cemani Hadi Indriyanto.

Hadi menerangkan, Krisyono baru tinggal beberapa bulan di rumah tersebut. Tidak terpaut jauh dengan kepindahan Achmad. Dilihat dari surat keterangan yang dilampirkan, Krisyono merupakan warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. 

"Dia ini sudah menikah. Di sini dia ikut nenek dari istrinya, tinggal bersama mereka dan kedua anaknya," terangnya.

Sementara itu, penggeledahan ketiga dilakukan di rumah yang dikontrak Krisyono di Dukuh Badran RT 01 RW 03, Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo. Kapolsek Mojolaban AKP Priyono mengatakan, dari hasil penggeledahan Densus 88 tidak ditemukan barang-barang yang mencurigakan.

"Rumahnya kosong dan tidak ditempati. Dari penggeledahan juga tidak ditemukan barang-barang berkaitan dengan teroris. Baik buku maupun barang bukti lain. Informasinya ini pengembangan kasus bom Pospam Tugu Kartasura," ujar Priyono. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia