Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Viral, Siswa SMKN di Sragen Berpose Unyu Sambil Bawa Bendera HTI

16 Oktober 2019, 19: 43: 09 WIB | editor : Perdana

Siswa SMKN di Sragen berfoto sambil membawa bendera HTI

Siswa SMKN di Sragen berfoto sambil membawa bendera HTI (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Media sosial (medsos) dihebohkan dengan beredarnya foto sejumlah pelajar SMKN di Sragen membentangkan bendera berlambang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang merupakan organsiasi terlarang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, bendera HTI itu dibentangkan dalam salah satu kegiatan ekstrakurikuler SMKN 2 Sragen. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu-Minggu (5-6/10) lalu.

Foto-foto pelajar yang berpose dengan bendera HTI tersebut dengan cepat langsung tersebar di medsos. Selain itu, juga ada bendera Palestina dalam foto itu.

Ketika dimintai konfirmasi, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMKN 2 Sragen Setyanjadi membenarkan jika pelajar yang ada dalam foto itu adalah pelajar SMKN 2 Sragen. Dia menjelaskan, foto itu sepertinya diambil saat kegiatan pelantikan kerohanian Islam (rohis) sekolah setempat. 

”Kalau siswanya ikut rohis, banyak. Nanti saya buat laporan dulu. Ini kita tangani,” terang Setyanjadi, Rabu (16/10).

Namun demikian, Setyanjadi membantah jika siswanya terpapar organisasi terlarang. Pihak sekolah juga sudah bertemu dengan kepolisian untuk masalah ini. Dia yakin siswa-siswanya tidak punya maksud untuk mengibarkan bendera HTI dan bendera Palestina. 

”Ini (kegiatan rohis, Red) ada proposalnya dan ada gurunya juga. Hanya gak nyangka sampai seperti ini,” ujar Setyanjadi.

Atas kejadian itu, GP Ansor Sragen mengeluarkan pernyataan sikap. Ketua GP Ansor Sragen Endro Supriyadi meminta pemkab untuk berkoordinasi dengan provinsi maupun instansi lain agar serius melakukan pengawasan terhadap sekolah. Terutama agar terhindar dari pengaruh radikalisme.

”Saya kira siswa tidak ada inisiatif ke situ. Namun, perlu dipantau pembina atau gurunya. Karena tidak mungkin suatu kegiatan tanpa sepengetahuan pembina,” terang Endro. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia