Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Investor Arab Invasi Solo, Ingin Bangun Replika Grand Mosque

17 Oktober 2019, 11: 05: 59 WIB | editor : Perdana

ALIH FUNGSI: Mobil melintas di Jalan Achmad Yani, depan lahan milik PT Pertamina di Kelurahan Gilingan, Bajrasari, kemarin. Lahan ini rencananya dibangun replika Grand Mosque.

ALIH FUNGSI: Mobil melintas di Jalan Achmad Yani, depan lahan milik PT Pertamina di Kelurahan Gilingan, Bajrasari, kemarin. Lahan ini rencananya dibangun replika Grand Mosque. (ARIF PRAYOGO/MAGANG)

Share this      

SOLO – Investor asal Timur Tengah berniat menanamkan modalnya di Kota Solo. Tak tanggung-tanggung, Putra Mahkota Arab Saudi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan ingin membangun replika Grand Mosque abu Dhabi. Rencananya, masjid yang bakal jadi Islamic Center tersebut memanfaatkan lahan mangkrak milik PT Pertamina (Persero) di Kelurahan Gilingan, Banjarsari. Tepatnya di sisi barat SPBU Gilingan.

Sebagai catatan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ada sejumlah rencana investasi yang akan dilakukan Uni Emirat Arab (UEA) di Indonesia. Di antaranya transaksi kapal LST, investasi lahan pertanian di Kalimantan Tengah, pendanaan abadi, hingga pembangunan replika Grand Mosque.

Nantinya Masjid Raya Solo yang merupakan replika Grand Mosque Abu Dhabi tersebut bakal jadi Islamic Center. Kerja sama ini berkaitan dengan pelatihan ulama Indonesia oleh ulama dari Abu Dhabi. Sederet investasi dari UEA ke Indonesia tersebut merupakan langkah lanjut pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Sheikh Mohammed Bin Zayed, beberapa waktu lalu.

Menanggapi rencana tersebut, Pertamina belum bisa memberi penjelasan. Sebab belum ada pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah pusat. Seperti diungkapkan Senior Supervisor Communications Pertamina MOR IV Jateng-DIY Arya Yusa Dwicandra.

“Sempat ada kunjungan dari pihak UEA, namun masih sebatas survei. Jadi atau tidaknya, kami belum tahu,” ucap Arya, kemarin (16/10). 

Arya menambahkan, rencana pembangunan replika Grand Mosque merupakan kewenangan pemerintah dan PT Pertamina Pusat. Jika investasi tersebut jadi dilaksanakan, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Termasuk pembersihan lahan dan aset yang masih tertinggal di kawasan tersebut. 

“Lahan itu milik kami. Namun karena sudah ditutup, jadi kami tidak tahu. Semua dokumen terkait aset dikelola Kementerian Keuangan langsung,” jelas Arya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia