Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Wacana Citiwalk Jadi Area Parkir

Maksimalkan Lahan Pribadi Tempat Usaha

17 Oktober 2019, 11: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Wacana Citiwalk Jadi Area Parkir

SOLO – Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta memastikan lahan parkir pribadi milik sebagian tempat usaha di sisi selatan Jalan Slamet Riyadu tetap difungsikan. Meski nantinya citywalk difungsikan sebagai lahan parkir tambahan. Dishub meminta sejumlah pemilik usaha itu konsisten memanfaatkan lahan parkir privat tersebut. Serta tidak mengalihfungsikan selain untuk parkir.

Kepala Bidang (Kabid) Perparkiran Dishub Surakarta Henry Satya memastikan, pemanfaatan lahan privat di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi akan mendukung pemanfaatan ruang parkir di atas citywalk. “Kajian ekstensifikasi ruang parkir citywalk Jalan Slamet Riyadi untuk menambah kapasitas. Jadi lahan yang sudah ada akan saling mendukung dengan lahan baru yang bakal disediakan,” papar dia, Rabu (16/10).

Sejauh ini, lahan parkir privat di sisi utara Jalan Slamet Riyadi luasannya hanya 20 persen dari total lahan yang ada. Imbasnya banyak pelanggaran parkir di atas citywalk. Jumlahnya mencapai delapan pelanggaran tiap bulannya sepanjang 2019. 

“Dari pelanggaran itu, kami mulai lakukan kajian untuk melihat masalahnya. Ternyata selain bentuk ketidakpatuhan, pelangaran juga ditengarai karena kurangnya kapasitas ruang parkir,” beber Henry.

Nantinya, 20 persen lahan parkir privat itu bakal dikombinasikan dengan penataan di atas citywalk. Secara umum, citywalk di Kota Bengawan selebar 11 meter dengan komposisi 5 meter jalur hijau dan 6 meter pedestrian. Kebutuhan ruang parkir baru itu bakal dimasukan di sela jalur hijau. Disesuaikan dengan akses keluar masuk kawasan setempat. 

“Rata-rata luasan citywalk 11 meter. Paling hanya berbeda sedikit di segmen tertentu. Nanti disesuaikan. Yang pasti lahan parkir privat yang sudah ada tak boleh dialihfungsikan,” tegas dia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Parkir Surakarta (Asparta) Ngadiyo mendukung wacana tersebut. Dia menilai penyediaan kantong parkir tambahan sangat dibutuhkan. Mengingat Jalan Slamet Riyadi sebagai pusat bisnis. 

“Memang perlu (ditambah kantong parkir baru, Red) agar perekonomian di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi bisa bangkit. Biar usahanya tidak mati. Dan tidak membebani parkir di sisi utara. Tapi perlu dipastikan juga, agar parkir itu tidak mengganggu fungsi pedestrian,” ujarnya. (ves/fer)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia