Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Lahan di Wisata Gunung Sepikul Berstatus Hak Milik, Bupati: Kan Aneh!

17 Oktober 2019, 21: 17: 00 WIB | editor : Perdana

Wisatawan berpose di Gunung Sepikul

Wisatawan berpose di Gunung Sepikul (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Gunung Sepikul jadi salah satu objek wisata unggulan di Sukoharjo. Sayangnya, pengembangan dan pengelolaan di objek wisata tersbut terancam tak bisa maksimal lantaran status tanah di sana yang masih hak milik (HM).

Kepala Desa Tiyaran Sunardi mengatakan, status hak milik menjadi salah satu kendala pengelolaan. Oleh karena itu, saat ini pemerintah desa mulai mengusut status tanah di Gunung Sepikul tersebut. 

"Senin depan kami akan kumpulkan seluruh kepala dusun (kadus), RT, dan perwakilan masyarakat terkait status kepemilikan tanah yang hak milik di Gunung Sepikul," kata Sunardi, Kamis (17/10).

Dijelaskan Sunardi, ada sekitar lima orang yang memiliki sertifikat hak milik (SHM) di Gunung Sepikul. Dengan adanya musyawarah pekan depan, harapannya bisa mengecek kebenaran status SHM tersebut. Selain itu, juga ada titik temu dan menguntungkan semua pihak.

"Memang sudah ada rencana membangun dan mengelola aset wisata Gunung Sepikul. Apalagi dari sisi ekonomi juga cukup memberi manfaat bagi warga dan pihak desa," terangnya.

Selain itu, pemerintah desa juga merencanakan pembentukan BUMDes yang khusus mengelola wisata Gunung Sepikul. "Harapannya pengelolaan nanti bisa melibatkan semua pihak," kata Sunardi.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengaku kaget terkait status tanah hak milik di Gunung Sepikul. ”Kan aneh kalau status tanah di kawasan Gunung Sepikul kok jadi hak milik. Mestinya tanah di sana statunya oro-oro (OO). Kalau statusnya HM ya bisa menghambat pengembangan kawasan wisata di Gunung Sepikul," papar bupati. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia