Selasa, 12 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Karcis Parkir Objek Wisata Candi Plaosan Dipalsukan!

18 Oktober 2019, 07: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Pasangan melakukan foto prewedding di Candi Plaosan, Klaten

Pasangan melakukan foto prewedding di Candi Plaosan, Klaten (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Dunia pariwisata Klaten tercoreng. Karcis parkir di bahu jalan depan kompleks Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan dipalsukan. Sedangkan juru parkir (jukir) “nakal” hanya diberi sanksi binaan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten.

Karcis palsu viral di media sosial. Diunggah oleh akun milik Feri Siregar di media sosial, Senin (15/10). Dia mencurigai karcis parkir yang diterimanya dengan nominal Rp 10.000 itu palsu. Dibuktikan dengan tidak adanya nomor seri. Serta hanya berwujud fotokopian. 

Ulah jukir “nakal” ini sudah tercium dishub. Tanpa menunggu waktu lama, dishub langsung ambil tindakan di hari yang sama.

“Karcis itu palsu. Sesuai aturan terbaru, tarif parkir mobil hanya Rp 2.000 dan bus Rp 10.000. Meski tidak ada laporan resmi, tetapi (jukir) sudah kami tindak,” terang Kepala Dishub Klaten Slamet Widodo, kemarin (17/10).

Slamet menambahkan, ada sejumlah kejanggalan pada karcis palsu tersebut. Pertama terkait peraturan daerah (perda) yang menjadi dasar penarikan tarif parkir. Masih tertera Perda Nomor 11 Tahun 2011. Sedangkan aturan tarif parkir di tepi jalan yang baru, tertuang dalam Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Retribusi Jasa Umum.

Kejanggalan lain, karcis palsu itu tidak ada porporasi dan tanpa nomor seri. Nah, memperketat aturan tersebut, dishub sudah mengganti karcis parkir di kompleks Candi Plaosan dengan yang baru.

“Sebagai tindak lanjut, kami berikan pembinaan kepada yang bersangkutan (jukir nakal, Red) pada Senin (20/10). Kami juga akan sampaikan ketentuan normatif tarif parkir. Pasti ada saran, mungkin juga larangan dan sanksi tegas,” beber Slamet.

Mulai Senin pekan depan, akan dilakukan pembahasan terhadap pengelolaan parkir di kompleks Candi Plaosan. Melibatkan dinas pariwisata kebudayaan pemuda dan olahraga (disparbudpora), badan pengelolaan keuangan daerah (BPKD), satpol PP, polres, pengelola parkir, serta jukir.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparbudpora Klaten Ety Pusparini menambahkan, hasil pengecekan karcis palsu itu, tertera tarif parkir bus Rp 25.000 dan mobil Rp 10.000. 

“Kami sangat terpukul beredarnya karcis parkir palsu itu. Sangat merugikan untuk kepariwisataan di Klaten. Masuk ke objek saja untuk sementara tidak dikenai tiket. Malahan tarif parkirnya yang mahal,” ketus Rini.

Disparbudpora telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Terkait penanganan beredarnya karcis palsu tersebut. Rini berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali. (ren/fer) 

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia