Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Bunuh Diri

18 Oktober 2019, 12: 03: 31 WIB | editor : Perdana

Priyono, Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas Klaten Selatan dan Wakil Dekan I Fakultas Geografi UMS

Priyono, Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas Klaten Selatan dan Wakil Dekan I Fakultas Geografi UMS

Share this      

DUNIA K-Pop berduka. Sulli, mantan anggota girl band f(x) meninggal dunia 14 Oktober lalu dengan cara bunuh diri di rumahnya. Dari hasil penyelidikan kepolisian setempat, Sulli bunuh diri diduga akibat depresi berat karena sering mengalami cyberbullying.

Kematian Sulli f(x) semakin menambah daftar artis Korea yang meninggal dengan bunuh diri akibat depresi. Sepanjang 2005-2009, ada 13 artis Koera bunuh diri. Dari hasil penelitian, mereka yang menggeluti profesi artis lebih rentan terpapar depresi dan keinginan bunuh diri. Metodenya pun rata-rata sama, yakni memilih gantung diri.

Tak hanya di Korea, bunuh diri kini semakin menggejala di seluruh dunia. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa di seluruh dunia setiap tahun tercatat 800 ribu orang meninggal karena bunuh diri.  Jika dihitung rata-rata maka tiap 40 menit terdapat satu orang melakukan aksi bunuh diri. Sementara di Indonesia tercatat 10 ribu kasus per tahun. Ini artinya dalam satu hari setidaknya ada lima orang bunuh diri. Karena tingginya kasus bunuh diri itu, maka tak heran jika pencegahan usaha bunuh diri menjadi tema peringatan Hari Kesehatan Jiwa 2019 ini.

Penyebab orang bunuh diri sangat kompleks, mulai dari faktor organik, biologis, sosial, ekonomi, gangguan jiwa, dan kemiskinan. Semua itu bisa menjadi pemicu bunuh diri. Namun demikian, apa pun alasan orang melakukan bunuh diri, Islam melarang keras tindakan ini.  Bunuh diri diharamkan di dalam Islam, Allah SWT secara tegas melarang bunuh diri: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An-Nisa’: 29).

Bunuh diri merupakan bentuk dari ketidaksabaran seseorang ketika menghadapi ujian. Orang yang bunuh diri berarti telah putus asa dari kasih sayang Allah SWT dan mendahului kehendak Tuhan karena hanya Tuhan yang berhak mengambil kehidupan yang telah Dia berikan. Karena itu, bunuh diri merupakan dosa besar. Maka bagaimana pun kondisi seorang muslim, sesulit apapun kondisinya dan sesakit apa pun badannya, haram baginya untuk mengharapkan kematian.

Ancaman azab bagi pelaku bunuh diri tidaklah main-main. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menjatuhkan dirinya dari sebuah gunung lalu bunuh diri, maka ia akan masuk ke dalam api neraka Jahannam, tinggal lama dan dijadikan berada di dalam sana selama-lamanya. Dan barang siapa yang meminum racun lalu membunuh dirinya sendiri, maka racunnya akan berada di tangannya yang akan diminum seterusnya di dalam neraka Jahannam, tinggal lama, dijadikan tinggal lama selama lamanya di dalam neraka Jahannam. Dan barang siapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besinya akan selalu berada di tangannya, menikam perutnya, tinggal lama dan dijadikan oleh Allah tinggal lama selama-selamanya di dalam neraka Jahannam (HR. Bukhâri, no. 5778 dan Muslim, no. 109).

Dengan demikian, penderitaan orang yang bunuh diri itu berlipat tiga, yaitu penderitaan di dunia yang mendorongnya melakukan bunuh diri, penderitaan menjelang kematiannya, dan penderitaan yang kekal di akhirat nanti. Maka orang yang bunuh diri akan mengalami dua kengerian.

Pertama, dia akan masuk neraka Jahanam yang merupakan neraka terburuk dan paling ngeri. Dalam Alquran sering kali disebutkan tentang neraka Jahanam: “seburuk-buruk tempat” “seburuk-buruk tempat kembali”. Kedua, dia akan terus diadzab dengan cara yang sama dengan cara dia bunuh diri secara terus-menerus di neraka

Maka mari lebih dekat, semakin mendekat, dan selalu mendekat kepada Allah SWT agar kita tidak terputus dari kasih sayang dan rahmat Allah SWT. Agar saat menghadapi kesulitan dan masalah yang pelik dalam kehidupan, kita tidak berputus asa karena kita selalu ingat bahwa kita punya Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Selain itu, jangan pernah lupa untuk selalu berusaha bersyukur (berterima kasih) atas segala nikmat Allah yang diberikan dari kita bangun tidur hingga tidur lagi agar Allah SWT semakin menambahkan kenikmatan bagi kita. Bersyukur berarti Memahami ciptakan Allah dan memanfaatkannya untuk tujuan beribadah agar senantiasa tercipta keseimbangan dunia dan akherat. (*)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia